Berita

KOLAM RESAPAN MENGURANGI BANJIR “CILEUNCANG”

Dibaca: 6 Oleh 21 Feb 2013Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Kolam resapan kedua kembali dibangun untuk mengurangi banjir “cileuncang” yang kerap terjadi pada saat musim penghujan di sekitar Komplek Perumahan Sukani, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (21/2).

Banjir yang selalu menggenang di ujung jalan perumahan tersebut sudah tentu mengganggu laju kendaraan terutama motor. Selain mempercepat kerusakan badan jalan, air yang menggenang dapat menjadi sumber bibit penyakit yang berakibat menurunnya kesehatan lingkungan.

Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Sri Pulung D., SE., MMS., melalui Kepala Seksi Fasilitas dan Instalasi (Kasi Fasint) Mayor Sus Yulizar, ST., mengungkapkan bahwa kolam resapan ini berukuran 40 x 10 M2 dengan kedalaman sekitar 3 Meter.

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa kolam resapan dibangun untuk mengurangi luapan air ke badan jalan serta mencegah terjadinya banjir lokal yang kerap menggenangi jalan di perumahan serta kebun yang ada di dekat dapur Yanpers.

Kolam dan sumur resapan serta lubang biopori merupakan upaya Danlanud beserta jajarannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah pangkalan dan sekitarnya.

Baca juga:  UJI KOMPETENSI TEKNISI SATHAR 42 DEPOHAR 40

Menurut Danlanud manfaat kolam resapan atau “embung” kecil ini selain menanggulangi banjir dan meluapnya air ke badan jalan, juga untuk menyimpan air sehingga dapat meningkatkan ketersediaan air tanah pada waktu musim kemarau.

Kolam atau sumur resapan merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah. Sumur resapan ini kebalikan dari sumur air minum. Sumur resapan merupakan lubang untuk memasukkan air ke dalam tanah, sedangkan sumur air minum berfungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan. Dengan demikian, konstruksi dan kedalamannya berbeda. Sumur resapan digali dengan kedalaman di atas muka air tanah, sedangkan sumur air minum digali lebih dalam lagi atau di bawah muka air tanah.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel