Berita

Komandan Lanud Abd Saleh Serahkan Bendera Merah Putih Kepada Tokoh Adat Tengger Tanda Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Dibaca: 3 Oleh 25 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Peringatan hari Bhakti TNI AU ke 70 terasa berbeda dengan hadirnya Pasukan Khas TNI AU baik dari Denmatra 2 Paskhas dan Yonko 464 Paskhas. Pasukan Khas TNI AU (Paskhas) melibatkan 500 prajurit dalam kegiatan dalam rangkaian hari Bakti TNI AU.

Kegiatan Bromo Tracking yang digabung dengan karya bhakti di desa Ngadas merupakan momen yang sangat luar biasa. Penerjunan yang dilaksanakan oleh Denmatra 2 paskhas dan Yonko 464 yang melibatkan 32 penerjun pasukan baret oranye itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Bromo. Apalagi saat itu ratusan wisatawan domestic dan mancanegara baru saja turun dari menyaksikan sunrise di lokasi Penanjakan 1 dan Penanjakan 2. Tentu saja penerjunan itu menjadi suguhan yang menarik. Karena pemandangan penerjunan payung di kawasan lautan pasir Bromo jarang terjadi.

Penerjunan prajurit Paskhas itu sendiri terjadi 1 shorti dan tiga run. Run 1 12, run 2 12 dan run 3 8 personil. Mereka mulai diterjunkan TOT 06.15 dengan ketinggian 12 000 feet. Dan diterbangkan dengan pesawat Hercules A1335 yang dipiloti Myr Pnb Bandung dan pt Pnb Gintoro.

Baca juga:  Pramuka Saka Dirgantara Lanud SPR Gelar Perkemahan

“Kegiatan Bromo Tracking adalah kegiatan Tradisinya Pasukan Khas TNI AU di Malang. Setelah vakum selama hampir tiga tahun, akhirnya tradisi ini dihidupkan kembali dan termasuk dengan penerjunannya’’, kata Dan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong, Minggu (23/7), usai menyaksikan penerjunan di lokasi Parkir lautan pasir Bromo.

Penerjunan yang dilakukan saat Sunrise ini dipimpin oleh Dandenmatra 2 Paskhas Letkol Pas Helmi Ardyanto nange, SE. Ke 14 penerjun yang membawa bendera merah putih, Swa Buana Paksa dan satuan-satuan akhirnya mendarat dengan selamat. Pimpinan Penerjunan langsung menyerahkan bendera merah putih kepada Komandan Lanud Abd Saleh. Selanjutnya bendera merah putih diserahkan lagi kepada Ketua adat bromo tengger bapak supoyo. “Ini menunjukkan kita dekat dengan masyarakat, dan TNI manunggal dengan rakyat0”, jelas Danlanud.

Menariknya para wisatawan tidak hanya menikmati penerjunan Paskhas, usai upacara pemberian paket sembako pada 30 warga masyarakat Tengger, para warga dan wisatawan juga diajak sarapan pagi lesehan dengan rangsum kaleng prajurit TNI AU (T2). ‘’Jadi kami juga mengajak masyarakat desa setempat dan para wisatawan untuk menikmati makanan kaleng jatah tentara”, kata Danlanud. Menurut Nya, acara terjun payung ini merupakan bagian acara hari bakti TNI AU yang akan diperingati pada 29 Juli nanti. Ini diperingati untuk mengenang perjuangan heroik para pilot TNI AU melancarkan serangan udara pertama pada tahun 1947.

Baca juga:  KOMANDAN LANUD SOEWONDO NEMBAK PISTOL

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemakaian udeng (ikat kepala khas masyarakat Tengger, red). Supoyo mengikatkan udeng pada Komandan lanud Marsma TNI Julexi tambayong, kemudian dilanjutkan dengan pemakian udeng pada para komandan yang ada di Lanud Abdulrachman Saleh. “Udengnya disimpan pak ya, itu kenangan dan ikatan adat dari Kami”, kata Supoyo kepada Julexi.

Bakti sosial itu memang sengaja ditempatkan di kawasan wisata TN BTS. Sehari sebelumnya bakti sosial juga dilaksanakan di Desa wisata Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang merupakan pintu masuk wisatawan ke Bromo dari arah Malang. Di Desa tersebut, Lanud Abd saleh, Paskhas 464 dan Denmatra 2 Paskhas, melakukan bakti sosial serta sumbangan paket sembako pada masyarakat di Ngadas. “Saya tahu Ngadas ini desa wisata dan desa adat yang memiliki nilai kebhinekaan tinggi. Disini ada Budha, Hindu, Islam dan Kristen, mereka begitu rukun”, kata Danlanud.

Dari desa Ngadas itulah sekitar 500 angota Lanud Abd Saleh, Pasukan Khas TNI AU melaksanakan Bromo tracking. Berjalan kaki dari Desa Ngadas menuju Bromo melewati lautan pasir. Sabtu malam (22/7) mereka tidur di lautan pasir Bromo tak jauh dari pura, sambil menyalakan api unggun dan melakasanakan sejumlah aktivitas keprajuritan. Sementara itu tokoh adat masyarakat Tengger, Supoyo mengatakan, kegiatan ini diupayakan bisa menjadi kegiatan rutin di kawasan wisata Bromo. “Saya menyambut gembira aktivitas parjurit Lanud Abdulrachman Saleh di sini. Bila penerjunan ini nanti menjadi kegiatan rutin, akan makin menambah daya tarik wisata baru di Bromo”, kata Supoyo yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Nasdem ini. Supoyo juga menegaskan pihaknya sudah meminta pada Dan Lanud Abdulrachman Saleh untuk sering melakukan aktivitas di kawasan wisata ini, dalam rangka mendukung Bromo sebagai salah satu 10 Bali baru. “Terjun payung ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri di Bromo”, pungkasnya.

Baca juga:  Danlanud Pangeran M. Bun Yamin Sambut Kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo di Bandara Radin Inten II Lampung.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel