Berita

Komandan Lanud Adisutjipto Gelar Jumpa Pers: Bahaya Balon Udara Terhadap Dunia Penerbangan

Dibaca: 11 Oleh 18 Jul 2016Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus, SE. beserta Distrik Manager Air Nav Bandara Adisutjipto Bapak Nono Sunaryadi melaksanakan jumpa pers, kepada seluruh media di Yogyakarta terkait dengan maraknya fenomena balon udara tanpa awak yang membhayakan terhadap dunia penerbangan, di ruang rapat Komandan Lanud Adisutjipto, Jumat (15/7).

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus, SE menyampaikan 3 kondisi terkait dengan maraknya fenomena peluncuran balon udara tanpa awak yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat dan membahayakan bagi pesawat terbang diantaranya: pertama 80 % tenaga pesawat dihasilkan dari daya hisap mesin pesawat, dan 20 % dari daya dorong mesin pesawat. Hisapan dari mesin pesawat sangat kuat bahkan mobilpun bisa terhisap. Dan jika ada benda yang tersedot atau masuk ke dalam mesin pesawat bisa menyebabkan mesin mati atau terbakar dan meledak. Kedua jika balon udara menyangkut di area sayap dan ekor serta flight control (elevator, rudder, aileron) maka akan mempengaruhi fungsi sayap dan fungsi kendali terbang pesawat udara. Resikonya pesawat akan susah dikendalikan atau hilang kendali. Ketiga jika balon menutupi bagian depan pesawat maka bisa menutupi pilot tube maupun pilot static hole serta menghalangi pandangan pilot. Resikonya informasi ketinggian dan kecepatan pada pesawat tidak akurat karena tertutupi alat sensornya dan pilot akan kesulitan mendarat.

Baca juga:  Kunker Ketua PIA AG Daerah I Koopsau I Di PIA AG Lanud Suryadarma

Lebih lanjut Komandan Lanud Adisutjipto menyampaikan dari segi hukum sudah ada peraturan yang mengatur tentang penggunaan ruang udara diantaranya UU Penerbangan No. 1 Tahun 2009 Pasal 53 ayat 1 Setiap orang dilarang menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan/atau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum atau merugikan harta benda milik orang lain. Di Pasal 411 disebutkan Setiap orang dilarang

menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan/atau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum atau merugikan harta benda milik orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,- (limaratus juta rupiah)

Laporan dari berbagai Perusahaan Penerbangan yang melewati bandara Adisutjipto, PLLU Lanud Adisutjipto telah mencatat kasus peluncuran penerbangan Balon udara di kawasan Jogjakarta dan jawa tengah dari tanggal 6 Juli sampai dengan 14 Juli 2016 telah ditemukan kurang lebih 37 Balon Udara. Balon udara tersebut berasal dari DIY dan Jateng.

Baca juga:  Sebanyak 200 Kantung Labu Darah Terkumpul pada Bakti Sosial Donor Darah HUT ke-75 TNI

Pada saat jumpa pers juga diperlihatkan barang bukti balon udara yang baru saja ditemukan di area JEC, Berbah dan Gambiran Yogyakarta.

Penerbangan balon ini dipastikan sangat mengganggu dan membahayakan penerbangan di Bandara Lanud Adisutjipto. Terkait dengan maraknya laporan gangguan balon udara, maka Lanud Adisutjipto telah mengadakan beberapa kegiatan pencegahan diantaranya: Pertama Sosialisasi balon udara kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di Kantor Bupati Wonosobo antara pemerintah Kabupaten Wonosobo dan dengan Team Sosialisasi. Kedua mengirimkan Surat Larangan Penerbangan Balon Udara ke Pemprov DIY, Pemprov Jateng, Polda DIY, Polda Jateng, Kodam IV Diponegoro, Pemkab DIY dan Jateng. Ketiga bekerja sama dengan media massa baik elektronik maupun cetak untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat umum, sehingga diharapakan memiliki wawasan dan pemahaman mengenai bahaya peluncuran Balon Udara. Keempat Mengamankan balon udara yang jatuh di daerah KKOP (JEC) pada tanggal 13 Juli 2016, desa Berbah 14 Juli 2016, dan gambiran 15 juli 2016

Komandan Lanud Adisutjipto menghimbau kepada masyarakat luas bahwa menurut KKOP wilayah udara Adisutjipto Yogyakarta tidak direkomendasikan untuk melepas balon udara tanpa awak karena tidak terprediksi kecepatan, arah dan ketinggian balon, maka pelarangan ini berlaku untuk seluruh Yogyakarta dan Jateng. Masyarakat atau instansi yang akan melaksanakan kegiatan balon harus ijin terlebih dahulu kepada Lanud Adisutjipto dan otoritas ATC bandara udara Adisutjipto untuk dikeluarkan surat rekomondasi dan dilaksanakan pengawasan demi tercapainya keselamatan penerbangan

Baca juga:  Kuker Kasau ke Australia, Bahas Kerja Sama Latihan, Commander US Pacaf Temui Kasau

Jumpa pers yang diakhiri dengan tanya jawab tersebut dihadiri Kadisops Lanud Adisutjipto Kolonel PNB Indan Gilang Buldansyah, S.Sos, Kepala Hukum Letkol Sus Wahyu Hidayat SH., Kaintel Letkol Sus Imam Mahdiyawan, Kapentak Mayor Sus Giyanto, serta sekitar 40 media cetak dan elektronik.

 

Ket Gambar :

 

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus, SE didampingi Distrik Manager Air Nav Bandara Adisutjipto Bapak Nono Sunaryadi, Kadisops Lanud Adisutjipto Kolonel PNB Indan Gilang Buldansyah, S.Sos, Kaintel Letkol Sus Imam Mahdiyawan, Kapentak Mayor Sus Giyanto, saat menunjukkan balon yang ditemukan di Ruang Rapat Mako, Jumat (15/7).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel