Berita

KOMANDAN LANUD HALIM WISUDA SISWA PENERBANG NUSA FLYING INTERNATIONAL

Dibaca: 8 Oleh 18 Jul 2012Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Kenyataan dilapangan saat ini menunjukan masih terdapat kesenjangan antara pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia, terutama penambahan armada udara , dengan ketersediaan sumber daya manusia khususnya penerbang untuk dapat mengoperasikan pesawat udara yang pertambahannya lebih cepat. Demikian penegasan Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI A. Adang Supriyadi, S.E, pada saat menjadi Ispektur upacara pada acara wisuda siswa/siswi Penerbang Flying Internationa angkatan kelima di terminal Selatan Lanud Halim, Rabu (18/7).

“Melihat kondisi itu, para lulusan Nusa Flying International (NFI) diharapkan untuk dapat segera mengisi kesenjangan kebutuhan antara jumlah pesawat udara yang bertambah lebih cepat” ujar Komandan lanud Halim .

Lebih lanjut Komandan Lanud Halim mengatakan bawa, saat ini dibutuhkan sekitar 400 – 500 penerbang baru pertahunnya. Angka ini berdasarkan data bahwa industri penerbangan nasional masih tumbuh dengan rata-rata sebesar 10 persen setiap tahun. Untuk tahun 2012. Diperkirakan diakhir tahun tercatat lebih dari 50 juta penumpang terangkut yang berarti adalah pertumbuhan sekitar 15 – 20 persen dari tahun lalu. Hal ini direspon oleh operator penerbangan dengan terus menambah kapasitas dengan jalan penambahan jumlah armada.

” Tidak berlebihan kiranya apabila NFI diharapkan agar konsisten menghasilkan penerbang – penerbang muda dengan kompetensi dan kualifikasi yang mampu untuk dapat menjadi awak pesawat udara baik dalam lingkup nasional atau bahkan internasional”, harap Komandan kepada para penerbang mudah.

Nusa Flying Internasional ini , bekerja sama dengan Lion Air dan Wings Air dibidang sumber daya manusia penerbangan terutama dalam penyediaan instruktur. Sejak berdiri pada tahun 2009 sekolah penerbang ini, sudah meluluskan 5 angkatan sebanyak 143 orang.

Baca juga:  Wasrikkap Itjenau ke Lanud Abdulrachman Saleh

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel