Berita

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Hadiri Kongres PWI XXIII di Kota Banjarmasin

Dibaca: 4 Oleh 20 Sep 2013Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Kongres XXIII di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan selama dua hari (Kamis-Jumat, 19-20/9/2013). Kongres PWI ke XXIII tersebut dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Ariffin kemarin pagi (19/9) pukul 10.00 Wita di Gedung Mahligai Pancasila. Tampak hadir dalam acara tersebut Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Esron S.B. Sinaga, S.Sos. dan dihadiri pula oleh sekitar 500 undangan dari kalangan tokoh pers dan pengurus PWI Pusat serta 34 PWI cabang dari seluruh Indonesia serta para unsur FKPD Provinsi Kalsel.

Tokoh yang hadir antara lain Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Umum PWI Pusat periode 2008-2013 Margiono, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Tarman Azzam, Ketua Dewan Penasihat PWI Sofyan Lubis, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang juga Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, dan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.

Kongres PWI XXIII digelar dengan agenda utama penyampaian laporan pertanggungjawaban Pengurus PWI Pusat 2008-2013 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Margiono dan memilih Ketua Umum baru PWI Pusat untuk periode 2013-2018.

Baca juga:  Jalin Silaturrahmi,Lanud Maimun Saleh Adakan Olahraga Bersama Forkopimda dan Seluruh ASN Kota Sabang

Selain memilih ketua umum, kongres juga sebagai ajang masukan untuk menyusun personalia Pengurus Pusat PWI periode lima tahun mendatang, karena masa bakti kepengurusan hasil Kongres XXII di Aceh pada tahun 2008 sudah berakhir.

Pada kesempatan pemandangan umum tersebut, sejumlah pengurus cabang PWI memberikan beberapa catatan serta harapan, antara lain agar kepengurusan pusat mendatang lebih meningkatkan kinerja. Selain itu, dalam forum tersebut menyeruak pula masalah wartawan “bodrex” atau “abal-abal” yang bisa mengganggu dan menodai citra insan pers sejati yang betul-betul melaksanakan tugas dan fungsi sesuai Kode Etik Jurnalistik, bersikap tertib, sopan, dan santun.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel