Berita

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Ikuti Rakor Satgas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 di Wilayah Kalsel

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Ikuti Rakor Satgas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 di Wilayah Kalsel
#TNIAU 

TNI AU.  Menyikapi mewabahnya virus Corona yang sudah masuk pandemik di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membentuk Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19. Rapat koordinasi digelar di Aula Aberani Sulaiman, Kantor Pemprov Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (16/3). Rakor tersebut dipimpin Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel Muhammad Muslim dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banjarmasin serta instansi terkait seperti TNI dan Polri wilayah Kalsel, sejumlah SKPD serta lembaga pemerintah, BUMN dan organisasi media massa yang terkait lainnya.

Hingga Senin (16/3), jumlah kasus Corona yang terdata sudah mencapai 134 kasus, dengan 5 orang meninggal dunia dan 8 pasien dinyatakan sembuh. Jumlah tersebut tersebar disejumlah daerah di Indonesia, dan diyakini masih belum ditemukan di wilayah provinsi Kalimantan Selatan. Meski begitu, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan tetap menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, melalui keputusan Presiden RI, Ir. Joko Widodo terkait penanganan kasus Corona di Indonesia.

Sekdaprov yang juga merangkap sebagai ketua gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa rakor terkait dengan gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan Covid-19 di Kalsel tersebut adalah sesuai dengan keputusan presiden, dan kita menindaklanjutinya, setelah ada keputusan presiden kita menyesuaikan dengan menetapkan tim gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan Covid-19, dan tupoksi di setiap bidang masing-masing.

Kemudian langkah selanjutnya menurut beliau  adalah menetapkan status siaga darurat Covid-19 untuk Kalsel dan untuk saat ini di wilayah Kalsel belum dalam tahap tanggap darurat, tetapi harus tetap waspada. Langkah lain yang tidak kalah penting, menurutnya pula adalah memperketat screening cegah tangkal di beberapa pintu masuk ke Kalsel, seperti  bandara atau pelabuhan dan terminal, dengan melakukan upaya penyemprotan disinfektan dimana perlu, demi efektifitas dan benar-benar bermanfaat. Tidak lupa juga, memberikan peringatan dini kepada masyarakat melalui media massa, cetak maupun elektronik serta mengembangkan manajemen informasi. Di sisi lain, penyiapan tempat perawatan cadangan juga dilakukan pemerintah provinsi. Mengingat saat ini baru ada dua rumah sakit rujukan untuk Covid-19, yakni RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Bunyasin Pelaihari Tanah Laut.

Senada dengan apa yang disampaikan Sekdaprov Kalsel tersebut, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb M. Taufiq Arasj, S.Sos., yang diwakili Karumkit Lanud Sam Mayor Kes dr. Tri Supriyanto, S.Pd., dan Kaintel Lanud Sam Kapten Sus Erwin menambahkan pula bahwa seluruh anggota Lanud Sam akan selalu siap dan berupaya mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang ada dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 di daerah Kalsel, khususnya bantuan melalui rumah sakit Sjamsudin Noor serta bandara Syamsudin Noor. Beliau juga berpesan serta mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan adanya informasi-informasi yang tidak terkonfirmasi soal virus korona. “Intinya jangan panik, tetapi tetap waspada. Jaga kesehatan diri masing-masing dan keluarga. Sampai ketentuan yang berlanjut, untuk saat ini di ingatkan bagi masyarakat agar menyimpulkan untuk pasien yang masuk ke rumah sakit, bukan positif terjangkit virus Corona. Saat ini, ada lima orang yang dalam pemantauan, bukan berarti positif terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Baca juga:  Ziarah Rombongan Memperingati HUT TNI AU ke-73 Tahun 2019 di Lanud Sjamsudin Noor

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel