Berita

Komandan Lanud Soewondo Medan: BANGUN RUSUNAWA UNTUK TEMPAT TINGGAL ANGGOTA TNI AU YANG BERDINAS DI MEDAN

Dibaca: 83 Oleh 21 Agu 2016Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Kebutuhan tempat tinggal bagi anggota TNI AU yang berdinas di Medan sangatlah terbatas, ratusan anggota sampai saat ini masih tinggal di rumah kontarakan, baik bagi anggota yang sudah berumah tangga maupun yang belum. Karena selain anggota Lanud Soewondo, masih ada anggota lainnya seperti dari Kosekhanudnas III dan Wing Paskhas.

Menurut Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Arifien Sjahrir, kebutuhan tempat tinggal, penginapan atau mess sangatlah penting bagi prajurit dalam mendukung tugas-tugas kedinasan. Solusi untuk mengatasi kebutuhan tersebut, yaitu dengan membangun Rusunawa.

Pembangunan Rusunawa direncanakan di desa Sarirejo Polonia Medan, merupakan aset tanah milik negara (IKN) diperuntukkan bagi Lanud Soewondo Medan. Tanah untuk bangunan Rusunawa berupa tanah kosong, dengan luas 100 x 50 x 2 meter. Usai dilakukan pengukuran untuk bangunan Rusunawa, pada hari Senin (15/8) yang lalu, tiba-tiba terjadi warga melakukan aksi pemblokiran jalan.

Terdengar himbauan dari pengeras suara yang memprovokasi warga untuk berkumpul di jalan. Dalam waktu sekejap, warga tumpah ruah dan mulai melakukan aksi pemblokiran jalan dengan melintangkan pohon, berlanjut aksi bakar ban dan kayu. Warga mendapat informasi bahwa mereka akan digusur oleh TNI AU, padahal informasi yang mereka dapat, tidak benar.

Baca juga:  Peresmian Renovasi Masjid Arrahman Lanud Suryadarma

Aksi bakar ban dan kayu yang mereka lakukan, sangat dekat dengan gardu listrik, berakibat pada situasi dan kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan meresahkan bagi warga lain yang melintas. Adanya kejadian tersebut, prajurit TNI AU dengan sigap, berupaya segera memadamkan api dan meminta warga untuk membubarkan diri. Namun himbauan ini tidak didengar oleh warga, malah mereka semakin brutal dan bertindak secara anarkis melempari petugas dengan botol, air gelas dan batu. Tidak hanya itu, mereka menggunakan senjata tajam seperti panah beracun dan gear sepeda motor serta benda-benda tajam lainnya.

Ternyata aksi brutal dan anarkis tersebut sudah mereka persiapkan sebelumnya. Hal inilah yang menjadi pemicu awal, terjadinya bentrokan antara warga dengan prajurit TNI AU di Lanud Soewondo Medan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel