Berita

Paparan Komandan Lanud Zam kepada Pasis Sesko TNI

Dibaca: 29 Oleh 24 Sep 2020Tidak ada komentar
Komandan Lanud Zam Memberikan Pemaparan Kepada Pasis Sesko TNI
#TNIAU 

TNI AU. Komandan Lanud Zam Kolonel Pnb Andri Gandhy, M.Sc., menjadi narasumber dalam acara pembekalan kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Direg) TNI Angkatan XLVII dalam Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Sesko TNI pada Rabu, 23 September 2020.

Pemaparan ini bertemakan tentang pemberdayaan sumber Dirgantara di provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka meningkatkan tata ruang wilayah nasional yang tangguh melalui video conference mengingat saat ini di NTB dan Indonesia umumnya sedang dilanda pandemi Covid-19.

Sesko TNI adalah Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia yaitu Lembaga pendidikan tinggi di TNI yang mempunyai visi membentuk Perwira TNI yang handal, profesional dan proporsional. Dengan misi melaksanakan pengkajian dan pengembangan doktrin maupun pendidikan dan latihan TNI.

KKDN ini mengambil tema “Pembangunan Potensi Sumber Daya Nasional” dengan segala karakteristik geografis di daerah untuk menjadi ruang, alat dan kondisi pertahanan Negara yang tangguh dan handal. Serta memperkuat sistim pertahanan Negara yang mampu menghadapi ancaman dan tantangan guna menunjang keamanan kawasan perbatasan negara, wilayah maritim, wilayah daratan dan wilayah dirgantara, termasuk mitigasi bencana alam dan non alam.

Baca juga:  Entry Brifing Komandan Lanud Astra Ksetra

Dalam sambutannya, Komandan Lanud Zam Kolonel Pnb Andri Gandhy, M.Sc., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi atas undangan Komandan Sesko TNI dalam KKDN ini.

“Ini luar biasa kami rasakan, diberikan kepercayaan untuk berbicara di hadapan Perwira Siswa Pendidikan regular Sesko TNI angkatan XLVII,” ungkapnya.

Komandan Lanud Zam memaparkan materi tentang pemberdayaan sumber Dirgantara di provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka meningkatkan Tata beruang wilayah nasional yang tangguh.

Lingkungan strategis yang dinamis mempunyai berbagai implikasi baik positif maupun negatif. Dalam prespektif ketahanan (resilience) pertahanan (defense) dan keamanan (security) mempunyai hubungan dan dampak satu sama lain antara situasi global, regional dan nasional. Hal ini mempunyai konsekuensi terhadap bagaimana pengelolaan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dapat mampu beradaptasi terhadap dampak positif dan negatif dari lingkungan strategis. Kemampuan adaptasi dari setiap komponen Sishankamrata adalah mutlak.

Salah satunya adalah Komponen Pendukung yang merupakan Sumber Daya Nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan (force multiplier) dan kemampuan (capability) bagi Komponen Utama dan Komponen Cadangan. Komponen Pendukung terdiri dari warga Negara, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Buatan serta Sarana dan Prasarana Nasional yang merupakan satu kesatuan dari Komponen Pendukung dari suatu daerah (Propinsi). Komponen Pendukung juga merupakan suatu wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya. Wadah tersebut, terwujud dalam struktur ruang dan pola ruang (disebut tata ruang) memiliki hubungan yang saling memperkuat satu sama lain, sehingga perlu adanya penataan ruang.

Baca juga:  Satgas Pamrahwan Yonko 462 Paskhas Gagalkan Pengiriman Sabu di Bandara Sentani

Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang yang diselenggarakan melalui kegiatan pengaturan, pembinaan, pelaksanaan dan pengawasan penataan ruang. Untuk mengetahui apakah pemberdayaan aspek dirgantara di NTB dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan tata ruang wilayah pertahanan yang tangguh, perlu dilakukan identifikasi dan analisa dari pokok-pokok pembahasan melalui pendekatan Diplomatic, Informasi, Military, Economic (DIME) beserta sub komponennya. Secara umum dari pendekatan DIME tersebut peran aspek diplomasi (komponen: kepemimpinan) dipengaruhi oleh sub komponen eksekutif dan legislatif, aspek information (komponen: Sistem Informasi Manajemen) dipengaruhi oleh sub komponen pengolahan dan sosialisasi, aspek military (komponen kehadiran) dipengaruhi oleh sub komponen penggelaran dan pelibatan, aspek ekonomi (komponen anggaran) dipengaruhi oleh sub komponen dampak dan kebijakan.

Komponen dan sub komponen yang ditentukan melalui pendekatan DIME tersebut pada akhirnya dapat dilihat bagaimana setiap aspek mempunyai peran dengan tingkatkepentingannya masing-masing dengan kategori moderat hingga sangat penting. Aspek diplomasi berperan sangat penting, jika komponen kepemimpinan didukung oleh sub komponen eksekutif dan legislatif. Aspek Informasi berperan penting, jIka komponen Sistem Informasi Manajemen didukung oleh sub komponen sistem pelaporan manajemen dan sistem dukungan pengambilan keputusan. Aspek militerberperan sangat penting, terutama jika komponen operasi militer didukung oleh sub komponen penggelaran dan pelibatan. Aspek ekonomi berperan sangat penting, terutama jika komponen anggaran didukung oleh sub komponen partisipasi anggaran dan sasaran anggaran.

Komandan Lanud Zam Memberikan Pemaparan Kepada Pasis Sesko TNI

Komandan Lanud Zam Memberikan Pemaparan Kepada Pasis Sesko TNI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel