Berita

Komandan Pusdiklathanudnas Surabaya Tutup Dua Pendidikan

Dibaca: 23 Oleh 08 Des 2016Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Sebanyak 30 Siswa yang terdiri dari 10 siswa Suspa Identifikasi dan Filter Angkatan XI dan 20 siswa Kursus Sistem Penyajian Data Operasi Hanud Angkatan I Tahun Anggaran 2016 secara resmi ditutup oleh Komandan Pusdiklathanudnas Kolonel Lek Supriyanto, S.E.,M. Si(Han) dalam suatu upacara yang bertempat di Aula Pusdiklathanudnas Surabaya, Kamis (8/12).

Hadir pada kegiatan tersebut Para Direktur, Kapokinst, Instruktur Pusdiklathanudnas Surabaya. Penutupan pendidikan ditandai dengan penanggalan tanda siswa dan penyerahan ijazah secara simbolis kepada perwakilan siswa, dengan predikat terbaik dari Suspa Identifikasi dan Filter Angkatan XI atas nama Kapten Lek Ronald Sitorus dari Satrad 243 Timika dan dari Kursus Sistem Penyajian Data Operasi Hanud Angkatan I atas nama Kapten Lek Aris Munardi dari Skadik 402 Lanud Adi Sumarmo. Pendidikan Suspa Identifikasi dan Filter Angkatan XI dan Kursus Sistem Penyajian Data Operasi Hanud Angkatan I telah dilaksanakan selama dua bulan.

Dalam sambutannya Panglima Kohanudnas Marsekal Muda TNI Abdul Muis yang dibacakan oleh Komandan Pusdiklathanudnas mengatakan bahwa sebagaimana saya sampaikan pada saat pembukaan bahwa kursus Perwira Identifikasi dan Filter dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan tentang proses pelaksanaan Identifikasi dan Filtering laporan sasaran (lasa) yang di laksanakan di Pusat Operasi Sektor (Posek) Kosek Hanudnas yang merupakan sarana komando dan pengendalian Panglima Kosekhanudnas dalam rangka Operasi Pertahanan Udara. Perwira Identifikasi dan Filter tidak hanya dituntut mempunyai kecepatan dalam berfikir, namun juga ketepatan dalam menentukan status setiap wahana diudara, yang berawak maupun tidak berawak. Proses identifikasi dan filter adalah mata rantai pertama setelah semua sasaran dilaporkan dari Satuan Radar Hanud, hal ini berarti bahwa kelangsungan proses pertahanan udara sangat bergantung pada Perwira Identifikasi dan Filter, artinya semakin cepat Perwira Identifikasi dan Filter dapat mengidentifikasi Laporan Sasaran (lasa), maka semakin cepat pula proses penindakan dapat dilaksanakan, sedangkan Kursus Sistem Penyajian Data Operasi Hanud dilaksanakan dengan tujuan membekali prajurit TNI Angkatan Udara agar dapat bertugas sebagai Operator Penyajian Data Operasi Pertahanan Udara, dengan diberikan pengetahuan dan keterampilan di bidang Sistem Penyajian Data Operasi Pertahanan Udara serta memiliki sikap perilaku yang dilandasi jiwa Sapta Marga serta memiliki kesegaran jasmani yang baik.

Baca juga:  Siswi SMPN 9 Kendari Ikuti Seleksi Penerimaan SMA Pradita Dirgantara

Lebih lanjut dikatakan bahwa, waktu penyelenggaraan kursus yang begitu singkat, tentunya belum cukup untuk membekali para mantan siswa menguasai semua ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh lembaga, untuk itu para mantan siswa dituntut untuk terus mengembangkan ilmu dan menambah pengalaman melalui penugasan secara profesional pada kesatuan masing-masing, sehingga pada akhirnya para mantan siswa diharapkan dapat menjawab tantangan tugasnya menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat pesat saat ini, jelasnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel