Berita

Komandan Skadron Udara 11 Jajal Pesawat Tempur Dassault Rafale

Dibaca: 457 Oleh 21 Agu 2018Agustus 23rd, 2018Tidak ada komentar
Komandan Skadron Udara 11 Jajal Pesawat Tempur Dassault Rafale
#TNIAU 

TNI AU.  Peswat tempur paling canggih yang dimiliki Angkatan Udara Perancis, Dassault Rafale, kini dijajal oleh dua penerbang pesawat tempur TNI Angkatan Udara, yakni Letkol Pnb Anton “Sioux” Pallaguna sebagai penerbang tempur Sukhoi TNI AU yang saat ini menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 11 Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, dan Letkol Pnb Muchtadi Anjar “Beagle” Legowo yang merupakan penerbang pesawat tempur F-16 TNI AU yang saat ini masih bertugas di Kohanudnas.

Cuaca langit di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta yang begitu cerah sangat mendukung dua penerbang yang sudah cukup senior ini, pada Selasa (21/8) sekira pukul 14.00 Wib sengaja menjajal pesawat canggih tersebut, dan berkesempatan sekaligus mendapat kehormatan merasakan kemampuan pesawat tempur super canggih tersebut. Tak menunggu lama kedua kesatria Angkatan Udara itu secara terpisah bergegas masuk kokpit pesawat yang konon begitu superior pada latihan Pitchblack 2018 di Darwin Australia belum lama ini.

Dassault Rafale merupakan pesawat tempur multi fungsi bermesin ganda dengan bentuk sayap delta yang dilengkapi canard atau sayap kecil yang sangat efektif untuk menghasilkan gaya angkat dan menambah kelincahan bermanuver.

Untuk membuktikan kemampuan dan kecanggihan pesawat tempur Dassault Rafale tersebut Angkatan Udara Perancis memberikan kesempatan kepada pilot TNI AU untuk mencoba atau menjajalnya. Dua pesawat Dassault Rafale siap mengudara, pesawat pertama dengan flight leader dengan registrasi 4-FO diterbangkan oleh Captain Vincent “Dingo” bersama Letkol Pnb Anton “Sioux” Pallaguna dan pesawat kedua sebagai wingman dengan registrasi 4-FN diterbangkan langsung oleh Komandan Skadron Udara Lieutnant Colonel Moko bersama Letkol Pnb Muchtadi Anjar ”Beagle” Legowo.

Berbagai misi telah dilaksanakan selama menjajal pesawat tersebut selama kurang lebih 2 jam, di area latihan yang dipilih yakni di area Bravo yang steril dari lalu lintas penerbangan sipil hingga mencapai ketinggian 40.000 kaki di atas permukaan laut, diantaranya mulai demo Beyond Visual Range combat atau pertempuran jarak jauh/di luar jarak pandang, close combat atau pertempuran jarak dekat, serangan, terbang rendah mengikuti permukaan bumi, demo fungsi sensor, aerobatic, serta beberapa misi hingga tactical break off pada saat mendarat.

Baca juga:  2 Sekbang Wanita dan 1 Tentara  Malaysia Ikuti Survival Dasar Di Lanud Adisutjipto  

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel