Berita

KOMANDAN SKATEK 021: ILMU TANPA KARAKTER, SIA-SIA

Dibaca: 17 Oleh 02 Agu 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Para siswa SMK Negeri 29 Jakarta selama melaksanakan praktek kerja industry di Skatek 021 dididik dan dibina serta diarahkan untuk menjadi teknisi-teknisi pesawat yang handal oleh para instruktur, namun perlu disadari bahwa ilmu yang diperoleh belum sempurna apabila tidak diimbang dengan karakter.

Kata Komandan Skadron Teknik 021 Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Tek Imam Prayogo, S.T., M.M., saat menutup pendidikan praktek kerja industri SMK Negeri 29 Jakarta, di Gedung Serbaguna ‘Gendewo’, Kamis (1/8)

Praktek kerja industri SMK Negeri 29 Jakarta, yang dilaksanakan selama tiga bulan tersebut diikuti satu peleton siswa dan siswi dan satu orang siswi Srikandi menjadi bagian dari angkatan gelombang tahun ini. Adapun materi yang diberikan meliputi teori kelas maupun praktek lapangan oleh para Instruktur yang berkualifikasi kusus teknisi pesawat. Bagi Skatek 021, kegiatan seperti ini telah menjadi kesempatan untuk mengembangkan pembinaan potensi dirgantara. Permintaan telah banyak berdatangan dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

“ ilmu pengetahuan tanpa dibarengi oleh karakter, akan menjadi sia-sia. “Jadi mudah-mudahan karakter yang telah terbentuk disini akan mendukung keberhasilan para siswa di masa depan”, ungkap Danskatek, lulusan AAU 93, dihadapan seluruh peserta upacara.”

Dikatakannya pula, perusahaan-perusahaan bengkel pesawat di Indonesia pun harus ikut bersaing dengan memberikan layanan pemeliharaan ataupun perbaikan pesawat dengan sempurna. Menjelang pemberlakuan ASEAN Single Avition Market /ASAM tahun 2015.

Bisnis perusahaan MRO yakni Maintenance, Repair, Overhaul akan terus berkembang seiring dengan perjalanan waktu. Akan menciptakan lapangan usaha baru bagi masyarakat. Dewasa ini, dibutuhkan lima ribu Teknisi Pesawat. Sebab itu, profesi ini mempunyai peluang yang sangat maju dan menantang.

Sedangkan, Bapak Amiran selaku perwakilan sekolah menjelaskan alasan-alasan mengapa memilih Skatek sebagai tempat pembentukan karakter yang baik dan disiplin. “Pertama, mengingat jumlah anak didik yang banyak namun bisa difasilitasi oleh Skatek”, ujar Pak Amiran, Guru SMK Negeri 29 Jakarta.

“Kedua, karakter anak didik bisa terbentuk, sebab Skatek terkenal selalu mengutamakan disiplin. Pintar sangat diperlukan tapi harus disiplin. Perusahaan-perusahaan pada zaman sekarang, sangat mengutamakan karakter. Kalau ilmu bisa dilatih, itu sebabnya sikap harus lebih bagus setelah tiga bulan disini”, tegasnya.

Baca juga:  25 Tahun Pengabdian “Gasadira” Perwira AAU 1992

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel