Berita

Komplek Perumahan Lanud Adi di Fogging

Dibaca: 25 Oleh 10 Nov 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini dalam siklus hidupnya mengalami 4 stadium yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Mayor Kes Sukoco Indriatmoko, mengungkapkan hal tersebut saat memantau pelaksanaan fogging di Komplek Perumahan TNI AU, Kamis (10/11). Hidup dan tumbuhnya telur, larva dan pupa terang Mayor Kes Sukoco berada dalam air jernih yang tenang.

“Genangan air yang disukai sebagai tempat perindukan biasanya genangan air di dalam wadah, seperti misalnya di bak mandi, vas bunga, barang-barang bekas dan drum,” ujar Perwira Kesehatan Rumah Sakit Harjolukito Yogyakarta ini.

Lebih lanjut Mayor Kes Koco menjelaskan, banyak cara untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti. Salah satunya dengan pengasapan atau fogging. Namun cara utama untuk membasmi penyebaran nyamuk penyebab DBD tersebut, adalah dengan menerapkan Sistem 3 M Plus.

“Fogging hanya dapat mematikan nyamuk dewasa. Sehingga untuk menghentikan merebaknya nyamuk penyebab DBD perlu peningkatan gerakan Sistem 3M Plus di masyarakat,” terangnya.

Baca juga:  Ceramah Kapusbintal TNI di Lanud El Tari

Mayor Kes Koco menerangkan, Sistem 3 M Plus adalah menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur semua barang-barang bekas yang berada di sekitar/luar rumah yang dapat menampung air hujan. Sedang Plus adalah menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air, menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk atau memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi serta melakukan pemeriksaan jentik secara berkala.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel