Berita

Komunitas “Sahabat Museum” Wisata Sejarah ke Lanud Suryadarma

Dibaca: 21 Oleh 09 Mei 2011Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Komunitas pecinta museum dan sejarah Indonesia yang bernama “Sahabat Museum” mengadakan wisata sejarah ke Lanud Suryadarma, Kalijati, Minggu (8/5). Wisata sejarah “Sahabat Museum”, Jakarta yang dikemas dengan nama Plesiran Tempo Doeloe bertemakan “Apakah Tuan Menyerah Tanpa Syarat” tersebut bertujuan mengetahui dari dekat peristiwa sejarah tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, ketika Pemerintahan Hindia Belanda dipimpin Jenderal ter Porteren harus bertekuk lutut kepada Jenderal Hitoshi Imamura perwakilan Tentara Jepang dalam suatu perundingan di sebuah rumah dinas di Lanud Suryadarma.

Rombongan “Sahabat Museum” dipimpin Ade Purnama berjumlah sekitar 50 personel dengan berbagai latar belakang usia dan profesi tersebut, datang dengan dua bus pada tengah hari didampingi pula ahli sejarah Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., sebagai narasumber. Kunjungan pertama adalah ke Hanggar C dimana Museum Amerta Dirgantara Mandala berada.

Rombongan diterima personel perwakilan Lanud Suryadarma dan bertempat di depan hanggar mendengarkan penjelasan sekilas awal mula dan arti penting keberadaan Lanud Suryadarma sebagai pangkalan udara pertama Belanda di Indonesia. Penjelasan sejarah juga dilakukan oleh Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., untuk menambah wawasan sejarah secara lebih lengkap.

Di Hanggar C, selain berfungsi sebagai museum yang didalamnya menyimpan beberapa pesawat lama seperti Gruman Goose, L-12 Lockheed, L 4 J Pipercup, Cessna 180 dan lainnya juga terdapat beberapa Pesawat Glider guna kegiatan Terbang Layang. Sehingga Hanggar C berfungsi pula untuk Pusat Pendidikan Terbang Layang (Pusdikterla) nasional.

Selanjutnya rombongan melihat Monumen Sejarah Tentara Jepang di jalan protokol Lanud Suryadarma. Di monumen tersebut rombongan selain menerima penjelasan dari pemandu museum dari Museum Rumah Sejarah Kalijati juga dari Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., mengenai keberadaan monumen tersebut.

Kegiatan berikutnya adalah menonton film pendaratan Jepang di Indonesia tahun 1942 di Aula Sekbang Lanud Suryadarma. Saat menonton, rombongan juga menerima penjelasan dari narasumber. Sebagai puncak kunjungan adalah mengunjungi Museum Rumah Sejarah Kalijati, tempat perundingan Jepang dan Belanda tanggal 8 Maret 1942.

Baca juga:  Danlanud Sulaiman Terima kunjungan Pengurus Paramotor Jabar

 

Komunitas “Sahabat Museum” Wisata Sejarah ke Lanud Suryadarma

 

Komunitas pecinta museum dan sejarah Indonesia yang bernama “Sahabat Museum” mengadakan wisata sejarah ke Lanud Suryadarma, Kalijati, Minggu (8/5). Wisata sejarah “Sahabat Museum”, Jakarta yang dikemas dengan nama Plesiran Tempo Doeloe bertemakan “Apakah Tuan Menyerah Tanpa Syarat” tersebut bertujuan mengetahui dari dekat peristiwa sejarah tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, ketika Pemerintahan Hindia Belanda dipimpin Jenderal ter Porteren harus bertekuk lutut kepada Jenderal Hitoshi Imamura perwakilan Tentara Jepang dalam suatu perundingan di sebuah rumah dinas di Lanud Suryadarma.

 

 Rombongan “Sahabat Museum” dipimpin Ade Purnama berjumlah sekitar 50 personel dengan berbagai latar belakang usia dan profesi tersebut, datang  dengan dua bus pada tengah hari  didampingi pula ahli sejarah Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., sebagai narasumber. Kunjungan pertama adalah ke Hanggar C dimana Museum Amerta Dirgantara Mandala berada. 

 

Rombongan diterima personel perwakilan Lanud Suryadarma dan bertempat di depan hanggar  mendengarkan penjelasan sekilas awal mula dan arti penting keberadaan Lanud Suryadarma sebagai pangkalan udara pertama Belanda di Indonesia.  Penjelasan sejarah juga dilakukan oleh Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., untuk menambah  wawasan sejarah secara lebih lengkap. 

 

Di Hanggar C, selain berfungsi sebagai museum yang didalamnya menyimpan beberapa pesawat lama seperti Gruman Goose, L-12 Lockheed,   L 4 J Pipercup, Cessna 180 dan lainnya juga terdapat beberapa Pesawat Glider guna kegiatan Terbang 

Komunitas “Sahabat Museum” Wisata Sejarah ke Lanud Suryadarma

Baca juga:  F-16 MISHAP BRIEFING DI IWJ

 

Komunitas pecinta museum dan sejarah Indonesia yang bernama “Sahabat Museum” mengadakan wisata sejarah ke Lanud Suryadarma, Kalijati, Minggu (8/5). Wisata sejarah “Sahabat Museum”, Jakarta yang dikemas dengan nama Plesiran Tempo Doeloe bertemakan “Apakah Tuan Menyerah Tanpa Syarat” tersebut bertujuan mengetahui dari dekat peristiwa sejarah tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, ketika Pemerintahan Hindia Belanda dipimpin Jenderal ter Porteren harus bertekuk lutut kepada Jenderal Hitoshi Imamura perwakilan Tentara Jepang dalam suatu perundingan di sebuah rumah dinas di Lanud Suryadarma.

 

Rombongan “Sahabat Museum” dipimpin Ade Purnama berjumlah sekitar 50 personel dengan berbagai latar belakang usia dan profesi tersebut, datang dengan dua bus pada tengah hari didampingi pula ahli sejarah Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., sebagai narasumber. Kunjungan pertama adalah ke Hanggar C dimana Museum Amerta Dirgantara Mandala berada.

 

Rombongan diterima personel perwakilan Lanud Suryadarma dan bertempat di depan hanggar mendengarkan penjelasan sekilas awal mula dan arti penting keberadaan Lanud Suryadarma sebagai pangkalan udara pertama Belanda di Indonesia. Penjelasan sejarah juga dilakukan oleh Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., untuk menambah wawasan sejarah secara lebih lengkap.

Baca juga:  Danlanud Rhf Ziarah ke Makam Pahlawan Raja Haji Fisabilillah

 

Di Hanggar C, selain berfungsi sebagai museum yang didalamnya menyimpan beberapa pesawat lama seperti Gruman Goose, L-12 Lockheed, L 4 J Pipercup, Cessna 180 dan lainnya juga terdapat beberapa Pesawat Glider guna kegiatan Terbang Layang. Sehingga Hanggar C berfungsi pula untuk Pusat Pendidikan Terbang Layang (Pusdikterla) nasional.

 

Selanjutnya rombongan melihat Monumen Sejarah Tentara Jepang di jalan protokol Lanud Suryadarma. Di monumen tersebut rombongan selain menerima penjelasan dari pemandu museum dari Museum Rumah Sejarah Kalijati juga dari Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., mengenai keberadaan monumen tersebut.

 

Kegiatan berikutnya adalah menonton film pendaratan Jepang di Indonesia tahun 1942 di Aula Sekbang Lanud Suryadarma. Saat menonton, rombongan juga menerima penjelasan dari narasumber. Sebagai puncak kunjungan adalah mengunjungi Museum Rumah Sejarah Kalijati, tempat perundingan Jepang dan Belanda tanggal 8 Maret 1942.

 

Layang. Sehingga Hanggar C berfungsi pula untuk Pusat Pendidikan Terbang Layang (Pusdikterla) nasional.         

 

Selanjutnya rombongan melihat Monumen Sejarah Tentara Jepang di jalan protokol Lanud Suryadarma. Di monumen tersebut rombongan selain menerima penjelasan dari pemandu museum dari Museum Rumah Sejarah Kalijati juga dari Dr dr. Rusdhy Hoesein M.Hum., mengenai keberadaan monumen tersebut.

 

Kegiatan berikutnya adalah menonton film pendaratan Jepang di Indonesia tahun 1942 di Aula Sekbang Lanud Suryadarma. Saat menonton, rombongan juga menerima penjelasan dari narasumber.  Sebagai puncak kunjungan adalah mengunjungi Museum Rumah Sejarah Kalijati, tempat perundingan Jepang dan Belanda tanggal 8 Maret 1942.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel