Berita

KONDISI STABILITAS NASIONAL KONDUSIF

Dibaca: 257 Oleh 20 Mei 2010Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan bahwa dinamika kehidupan nasional awal 2010, khususnya dibidang sosial dan politik dirasakan cukup mengemuka, tetapi berkat kesadaran dan pengertian seluruh komponen bangsa, dinamika tersebut masih dalam koridor dan batas toleransi, sehingga kondisi stabilitas nasional tetap kondusif.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sambutan tertulis pada upacara bendera 17-an Januari 2010, dimana khusus di Lanud Atang Sendjaja (ATS) dipimpin langsung Komandan Lanud ATS Marsma TNI Sunaryo.   Upacara dilaksanakan di apron Lanud ATS, Senin (18/1), diikuti antara lain; Danwingdikum, Danwing 4 Lanud ATS, para pejabat Lanud ATS dan Wingdikum, serta seluruh personel Lanud ATS dan perwakilan personel Wingdikum.  Bertindak selaku panitia upacara Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud ATS.

”Namun demikian, sebagai Bhayangkari Negara, kita (TNI) tidak boleh lengah dan harus siap sedia, agar setiap saat dapat dikerahkan untuk membantu mengatasi setiap kemungkinan yang  bakal terjadi demi keselamatan negara,” tegasnya.

Menurutnya, untuk prioritas yang ingin dicapai pada T.A. 2010 adalah melanjutkan Program Pembangunan Kekuatan TNI berupa, pembentukan satuan baru dan peningkatan status satuan untuk mencapai Kekuatan Pokok Minimum, modernisasi Alutsista untuk memantapkan dan mengembangkan kekuatan Matra Darat, Matra Laut dan Matra Udara serta meningkatkan profesionalisme personel, yang meliputi kualitas dan kuantitas personel, penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib prajurit serta kesejahteraan prajurit dan PNS TNI.

Baca juga:  Kasau : TINGKATKAN TERUS KEMAMPUAN OLAH PIKIR PRAJURIT

Program pembangunan kekuatan tersebut, tambahnya, terkait pula dengan upaya menegakkan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang dinilai rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah serta kesenjangan sosial dan ekonomi, antara penduduk perbatasan negara tetangga dengan negara Indonesia.

Berkaitan itu, imbuhnya, secara kesinambungan TNI senantiasa bekerjasama dengan semua instansi secara vertikal dan horizontal, baik pusat maupun daerah, melaksanakan penjagaan/pengawalan dan pemberdayaan wilayah pertahanan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar serta melaksanakan pengamanan di wilayah rawan konflik tersebut.  ” TNI mendukung langkah pemerintah untuk membentuk Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Terpadu dan Badan Pengelolaan Daerah Perbatasan Terpadu, ” kata pejabat nomor satu di lingkungan TNI itu.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel