Save

Marsda TNI Nanang Santoso

PANGKOOPSAU I

Marsekal Muda TNI Nanang Santoso (lahir di Mataram pada tanggal 10 Juli 1964) adalah seorang Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara yang merupakan lulusan AAU tahun 1988. Sekolah Penerbang (Sekbang) pada tahun yang sama di Wingdik Lanud Adisutjipto. Lulus Sekbang ia bertugas sebagai penerbang tempur pesawat Hawk MK-53 di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Madiun kurun 1989 hingga 1990. Saat ini menjabat Panglima Komando Operasional Angkatan Udara I (Pangkoopsau I).

Menyelenggarakan Pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional satuan-satuan TNI AU dalam jajarannya, dan melaksanakan operasi-operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan negara di udara, mendukung penegakan kedaulatan negara di darat dan di laut

Visi

Menjadi sayap Tanah Air yang kuat, melanglang Dirgantara, Menjelajah dunia, Merengkuh persada, diabdikan untuk kejayaan bangsa dan negara. Abhibhuti Antarishe.

Misi

  1. Membina kesiapan dan kesiagaan operasional satuan jajaran.
  2. Memelihara, menjaga dan meningkatkan kemampuan.
  3. Menyelenggarakan operasi-operasi udara atau operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi meliter selain perang (OMSP).
  4. Mengembangkan Doktrin, Organisasi dan peralatan.
  5. Memanfaatkan dan memberdayakan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan aspek matra udara.

KOMANDO Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) merupakan salah satu Komando Utama (Kotama) TNI AU, terbentuk berdasarkan Pengumuman Kasau Nomor: 57/23/Peng/KS/51 tanggal 15 Juni 1951. Pada awal terbentuknya tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kasau No: 0461/PR/M/SA tanggal 26 Juni 1951.

Komodor Udara Ruslan Danurusamsi dipercaya sebagai Komandan Koops yang pertama dan saat itu pula diperkenalkan motto Koopsau yaitu Abhibhuti Antarikshe yang mengandung arti “Keunggulan di Udara”. Kapen Koopsau I Letkol Sus Moh Agus Suhadi menjelaskan seiring terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) tanggal 5 Oktober 1945, maka dibentuk TKR Jawatan Penerbangan yang bertugas membina Pangkalan Udara sekaligus mengoperasikan berbagai pesawat bekas milik Angkatan Udara Belanda (Militaire Luchtvaart ).

Dalam rangka pengoperasian pesawat-pesawat tersebut sehingga benar-benar dalam suatu manajemen yang mantap, maka dibentuk lima Skadron Operasional yaitu Skadron Udara I Pembom, Skadron Udara II Pengangkut, Skadron Udara III Pembom, Skadron Udara IV Pengintai Darat, serta Skadron Udara V Pengintai Laut yang berada dalam pengendalian Group Operasional. Organisasi yang ditetapkan berdasarkan Surat Penetapan Kasau No: 2811/-KS/1951 tanggal 23 April 1951 tersebut aktif melaksanakan pengabdiannya terhitung mulai tanggal 21 Maret 1951 sampai 15 Juni 1951. Selepas Group Operasional, nama kemudian berganti menjadi Komando Operasi (Koops) yang eksis mulai tanggal 15 Juni 1951 sampai 27 Juni 1954. Koops diresmikan berdasarkan Surat Pengumuman Kasau No: 57/23/Peng-/KS/1951 tanggal 9 Juni 1951.

Seiring perkembangan kebijaksanaan selanjutnya, Koops berganti nama pula menjadi Komando Group Komposisi (KGK) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kasau No: 165/125/Pen/KS/54 tanggal 27 Juli 1954. KGK eksis mulai tanggal 27 Juni 1954 sampai 5 Oktober 1959, Pergantian nama terjadi lagi, berdasarkan Surat Keputusan Kasau No: 315/Pen/KS/59 tanggal 5 Oktober 1959 KGK berubah menjadi Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) yang juga mampu bertahan mulai 5 Oktober 1959 sampai 21 Juni 1976. Berdasarkan Keputusan Menhankam/Pangab No: Kep/14/IV/1976, nama Koopsau diganti pula menjadi Komando Paduan Tempur Udara disingkat Kopatdara yang mengabdikan dirinya mulai tanggal 21 Juni 1976 sampai 10 Mei 1985. Sesuai reorganisasi TNI AU, Kopatdara berubah nama kembali menjadi Komando Operasi TNI Angkatan Udara disingkat Koopsau yang dikenal sekarang ini.