Save

Save

Marsma TNI Samsul Rizal

Komandan Lanud Iswahjudi

Lahir di Kerawang pada tanggal 23 Februari 1969, diterima menjadi Calon Prajurit Taruna, dan dilantik sebagai Letnan Dua pada tahun 1990. Diwisuda (Wing Day) sebagai penerbang pada tahun 1993. Sekkau pada tahun 1999. Sekolah Instruktur Penerbang tahun 2000. Sesko TNI tahun 2016. Pada tanggal 26 Juli 2017 dilantik menjadi Komandan Lanud Iswahjudi sampai sekarang.

Visi

Visi.  Mewujudkan Pangkalan Udara Model yang diawaki oleh “Airman” pejuang yang profesional.

Misi:

– Membina dan menyiapkan satuan-satuan dalam jajaran Lanud lswahjudi.
– Mengumpulkan dan merekam data guna penyempurnaan taktik dan teknik operasi dan latihan.
– Melaksanakan pembekalan dan pengadaan materiil bagi satuan-satuan dalam jajaran Lanud.
– Menyelenggarakan pemeliharaan Alutsista sampai dengan tingkat sedang.
– Menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung
– Menyelenggarakán pembinaan potensi dirgantara
– Koordinasi dengan instansi lain dan mengajukan saran kepada satuan atas

PANGKALAN TNI AU ISWAHJUDI

Sejarah singkat.

Lanud lswahjudi dibangun Belanda pada tahun 1939 digunakan untuk keperluan Militer ( Militaire Luchvaart) dengan nama Pangkalan Udara Maospati. Pada saat pecah perang pasifik tahun 1941 dijadikan basis kekuatan tentara sekutu di Pulau Jawa.

Ketika Belanda menyerah kepada Jepang Tanggal 8-3-1942 Pangkalan Udara Maospati dikuasai Angkatan Laut Jepang (Kaigun Kokusho). Disamping Angkatan Laut ditempatkan pula Batalyon Angkatan Darat (Rikugun) yang bertugas sebagai Pasukan Pertahanan Pangkalan. Pangkalan ini juga digunakan untuk menyimpan segala jenis motor pesawat buatan Jepang. Jika pangkalan lain memerlukan mesin pesawat maka dipasok dari Pangkalan Maospati.

Setelah Jepang menyerah kapada sekutu dan Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Pangkalan Udara Maospati dikuasai oleh laskar-laskar perjuangan saat itu. Perubahan nama Pangkalan Udara Maospati menjadi Pangkalan TNI AU lswahjudi berdasarkan Surat Keputusan Menteri I Panglima Angkatan Udara Nomor: 564 Tanggal 4 Nopember 1960.

Dengan berkembangnya peran Lanud Iswahjudi dalam perebutan Irian Jaya, menjadi Pangkalan Udara Utama (Lanuma). Saat ini Pangakalan TNI AU lswahjudi merupakan Lanud tipe A dengan sebutan Lanud lswahjudi.

Riwayat Singkat Iswahjudi.

Iswahjudi lahir di Surabaya tanggal 15 Juli 1918 putra ke dua Bapak Wiromiharjo pegawal Suiker Syudikat jaman Belanda. Setelah tamat HIS kemudian melanjutkan ke MULO dan AMS di Malang, selanjutnya mengikuti Sekolah Penerbang di Kalijati. Menikah dengan gadis bernama Suwarti pada tanggal 27 Maret 1944.

Setelah Indonesia merdeka, Iswahjudi merasa terpanggil untuk ikut dalam perjuangan bangsa Indonesia. Pergi ke Jogyakarta bergabung dengan Adi Sucipto untuk mengembangkan kekuatan Dirgantara Nasional. Beberapa kali mendapat kepercayaan untuk menerbangkan pesawat dan Jogyakarta ke tempat-tempat lain guna menggugah semangat para pemuda pejuang dan meningkatkan kekuatan Dirgantara Nasional.

Tahun 1947 diserahi jabatan Komandan Pangkalan Udara Maospati. Dalam jabatan ini Iswahjudi didampingi Nurtanio dan Wiweko Supono, tokoh terkenal sebagai perintis Industri Penerbangan Tanah Air. Dan Maospati Iswahjudi dipindahkan ke Bukit Tinggi untuk merintis pembangunan Pangkalan Udara serta membina Organisasi AURI di sana.

Awal Desember 1947 Iswahjudi mendapat tugas ke Luar Negeri bersama Halim Perdana Kusuma, untuk membawa pulang pesawat AVRO ANSON VA-BBY yang dibeli pemerintah Indonesia. Dalam perjalanan kembali ke Tanah Air mengalami musibah, pesawat yang dikemudikan jatuh di Tanjung Hantu Malaysia pada tanggal 14 Desember 1947, kedua perintis TNI AU yakni Iswahjudi dan Halim Perdana Kusuma gugur pada saat itu.

Save

Save

Save