Save

Save

Save

Kolonel Nav Insan Nanjaya, S.H., M.Avn.Mgt.

Kolonel Nav Insan Nanjaya, S.H., M.Avn.Mgt.

Komandan Lanud Sam Ratulangi

Kolonel Nav Insan Nanjaya, S.H., M.Avn.Mgt. Lahir di Surabaya pada tanggal 06 Mei 1973, dilantik menjadi Letnan Dua tahun 1994, Selanjutnya mengikuti pendidikan Sekolah Basic Navagation Course pada tahun 1997, Pada tanggal 27 Desember 2017, dilantik menjadi Komandan Lanud Sam Ratulangi sampai sekarang.

Pangkalan udara Sam Ratulangi adalah pelaksana Operasional yang berkedudukan langsung di bawah komando Operasi TNI AU II, bertugas untuk menyiapkan dan melaksanakan pembinaan potensi kedirgantaraan.

Visi:

Memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan nasional serta menegakkan kedaulatan NKRI, dan khususnya menjaga kedaulatan di udara.

Misi:

1. Melaksanakan tugas pokok sebagai pengamanan wilayah udara , serta menjaga wilayah keutuhan Negara Republik Indonesia yang seperti kita ketahui bersama berbatasan langsung dengan negara Philippina.

2. Meningkatkan sarana dan prasarana untuk menunjang tugas pokok.

PANGKALAN UDARA SAM RATULANGI

Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi terletak di Sulawesi Utara, 13 km dari kota “Nyiur Melambai” Manado adalah pangkalan pelaksana operasional yang berkedudukan langsung dibawah Komando Operasi TNI AU II dengan tugas pokok menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan di jajarannya serta membina potensi kedirgantaraan. Berdirinya Lanud Sam Ratulangi ini berawal pada tahun 1939 pemerintah Belanda membangun Lapangan Udara untuk kepentingan militernya. di ujung selatan danau Tondano daerah Celebes. Lapangan Udara berukuran panjang 1650 m dan lebar 90 m tersebut dikenal dengan nama Lapangan Udara Kalawiran.

Pada saat Perang Dunia II tahun 1941, Belanda memusatkan kekuatan penerbangannya di Lapangan Udara Kalawiran. Kemudian tahun 1942 Kalawiran jatuh ke tangan tentara Jepang. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu tahun 1944, Kalawiran dialihkan kembali penguasaannya kepada pemerintah Belanda yang kemudian dijadikan Markas Komando Pasukan Cadangan (Reserve Corps).   Periode 1957-1958 terjadi pemberontakan Permesta. Dalam kurun waktu itu, Kalawiran hancur akibat serangan udara Permesta. Pada saat itu, Permesta menguasai lima  Lapangan Udara di sebagian wilayah udara Indonesia Timur, yaitu Mapanget, Tasuka, morotai, Jailolo dan Tolotio.

Dalam usaha menumpas pemberontakan Permesta, TNI melaksanakan operasi gabungan memakai nama sandi ”Operasi Merdeka”.  Operasi tersebut bertujuan merebut Sulawesi Utara sebagai ibukota Manado dan daerah sekitarnya seperti Gorontalo, Sangir Talaud, Morotai, Jailolo, Palu dan Donggala. Komandan Operasi Gabungan Letkol Rukminto Hendraningrat dengan Wakil I Letkol (L) Hunhols dan Wakil II Mayor Udara Leo Watimena.

Ketika Lapangan Udara Mapanget diduduki oleh AURI (PGT) maka saat itu juga fungsi sebagai Pangkalan penunjang operasi udara beralih di Mapanget dengan Staf Komando berada pula di Mapanget bersama Komandan Kompi PGT Letnan Udara Satu Moestam.   Selanjutnya Staf Komando dipindahkan ke kota Manado (Perumahan Dinas Kantor Pos dan Giro) dengan status Detasemen Angkatan Udara Manado serta jabatan Komandan diserahkan kepada Letnan Udara Satu Ronggo Mulato tahun 1959.

Kemudian Detasemen Angkatan Udara Manado dirubah statusnya menjadi Pangkalan Udara Sam Ratulangi Manado dengan Keputusan DPRD Dati I Propinsi Sulut nomor : Kepts 17/DPRD-Sul/70 dan Radiogram Ass Ops DKT No.2327/Ops/70.   Staf Komando kemudian dipindahkan kembali ke Mapanget dengan menggunakan bangunan tua peninggalan Belanda (Kantin Garuda) sebagai sarana perkantoran.   Selain Mako Lanud Sam Ratulangi di Mapanget, masih terdapat aset Lanud Sam Ratulangi di Kalawiran, Tasuka, Gorontalo yang dulunya direbut dari Permesta.

DAFTAR NAMA KOMANDAN
PANGKALAN TNI AU SAM RATULANGI

No. Nama Pangkat Periode
1 SADJAD Kapten Udara 1952 – 1955
2 DHOMYAGAN Kapten Udara 1955 – 1957
3 BASIR Kapten Udara 1957 – 1958
4 RONGGO MULATO Letnan Udara I 1959 – 1960
5 SOEMANTRI Letnan Udara 1960 – 1961
6 SOEKAMTO Letnan Udara 1961 – 1962
7 ROEDITO Letnan Udara I 1962 – 1964
8 GOELTOM Letnan Udara I 1964 – 1965
9 SOEGIRAN Mayor Udara 1965 – 1967
10 HASAN ACHMAD Kapten Udara 1967 – 1969
11 ADJI SOEMARTO Kapten Udara 1969 – 1972
12 SUKANTA Mayor Pnb 1972 – 1974
13 BERNARD ROBERT SAROINSONG Mayor Pas 1975 – 1977
14 BOWO ASTOTO Mayor Pnb 1977 – 1979
15 KUSNADI Mayor Pnb 1979 – 1981
16 R. SASTRANEGARA Mayor Pnb 1981 – 1984
17 INDRA PURWOKO Mayor Pnb 1984 – 1986
18 SUJUDIMAN. S Letkol Nav 1986 – 1988
19 KUMBIYONO Mayor Lek 1988 – 1991
20 ST. SARONO Letkol Pnb 1991 – 1994
21 B. DARMA. S Letkol Pnb 1994 – 1996
22 HERYANTO. R Letkol Pnb 1996 – 1999
23 AGUS R. BARNAS Letkol Pnb 1999 – 2000
24 AGOES HARYADI Letkol Pnb 2000 – 2002
25 H. CHAIRIL ANWAR Letkol Pnb 2002 – 2004
26 SULASTRI BASO Letkol Pnb 2004 – 2006
27 RA. SASONGKOJATI Letkol Pnb 2006 – 2007
28 ARIF MUSTOFA Letkol Pnb 2007 – 2008
29 BAMBANG WIJANARKO Letkol Pnb 2008 – 2010
30 Ir. YUDI MMANDEGA RASWONO Letkol Pnb 2010 – 2011
31 JORRY SOLEMAN KOLOAY Letkol Pnb 2011 – 2012
31 FERDINAND RORING Kononel Pnb 2012 – ?
32 HESLY PAAT Kononel Pnb

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *