Letkol Pnb Wahyu Bintoro, S.E.

Komandan Lanud Sugiri Sukani

Letkol Pnb Wahyu Bintoro, S.E. (Lahir di Cirebon, 2 Desember 1975) merupakan lulusan AAU tahun 1997. Menjadi siswa Sekolah Navigator (Seknav) pada tahun 1999 dan dilantik menjadi Komandan Lanud Sugiri Sukani, pada tanggal 20 September 2017 sampai sekarang.

Tugas Pokok

Pangkalan TNI Angkatan Udara Pangeran M. Bun Yamin bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya, membina potensi dirgantara serta menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya.

Visi

Terwujudnya Pangkalan TNI AU Sugiri Sukani sebagai salah satu satuan pelaksana pembinaan personel, operasi satuan dan potensi dirgantara yang profesional di wilayah Koopsau I

Misi

  • Meningkatkan profesionalitas dalam pertahanan keamanan dirgantara di wilayah III Cirebon sesuai kewenangan dan tanggung jawab pengendalian oleh Pangkalan TNI AU Sugiri Sukani.
  • Meningkatkan kualitas prajurit Pangkalan TNI AU Sugiri Sukani yang unggul, tangguh dan berakhlak mulia.
  • Meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan secara menyeluruh.
  • Memberdayakan potensi dirgantara untuk menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan di Pangkalan TNI AU Sugiri Sukani.

SUGIRI SUKANI RIWAYATMU DULU

Dalam kehidupan harus kita yakini bahwasanya kita tidak dapat dipisahkan dari masa lampau dan masa yang akan datang. Masa lampau menentukan masa kini sedangkan masa kini menentukan masa yang akan datang.Selain daripada itu Bangsa yang besar tidak akan pernah melupakan masa lalunya sehingga kewajiban kitalah untuk menghargai jasa para pahlawan pendiri negeri ini khususnya pelopor TNI AU, yang telah mendarma baktikan seluruh hidupnya demi kejayaan Negeri tercinta ini.

Pada kesempatan ini kami mencoba sedikit mengupas sejarah singkat mengenai Letkol Udara Sugiri Sukani yang peran beliau tidak dapat dipisahkan dari tugas Pokok TNI AU dimasa lalu.

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dan rakyat Indonesia memproklamirkan Kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945 , Rakyat Indonesia menghimpun kekuatan untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang dan membentuk BKR. Sugiri Sukani merupakan salah satu orang yang terlibat di dalam BKR tersebut.

Sesuai dengan berjalannya waktu dan perubahan jaman BKR dirubah menjadi TKR maka BKR Udara ikut mengalami perubahan menjadi TKR Udara yang lebih dikenal dengan nama TKR jawatan penerbangan. Untuk selanjutnya TKR disempurnakan menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada tanggal 25 Januari 1946

Kemudian dalam perkembanganya untuk menjamin kelancaran operasi penerbangan militer maka dibentuklah organisasi unsur bantuan dan pelayanan antara lain PLLU,Meteo,Perminyakan,Administrasi dan sebagainya disamping itu dibentuk pula Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP) yang mempunyai tugas pengamanan seluruh fasilitasa dan instalasi Pangkalan Udara serta mempertahankanya dari serangan musuh.

Pada masa itu Sugiri Sukani ditempatkan pada PPP Bugis,dimana PPP Bugis terdiri dari Pasukan Pembela dan Pasukan Pertahanan Tehnik Kesatuan Kesatrian Kertanegara (KKK). Pasukan Pembela dipimpin oleh Kapten Mukti kemudian digantikan oleh Kapten Agus Sardjuno sebagai Komandan Kompi, adapun Komandan seksi Markas adalah Pembantu Letnan R Soeprantiyo,Komandan Seksi I adalah Pembantu Letnan Soeboerdjati,Komandan Seksi II adalah Pembantu Letnan Sugiri Sukani dan Komandan Seksi III adalah Pembantu Letnan Z Rachman,sedangkan Pasukan Pertahanan Tehnik dipimpin oleh Imam Supeno dan Sukrat.

Selain menjaga keamanan di Pangkalan Udara Bugis PPP Bugis Juga ditugaskan untuk melaksanakan pengamanan Pangkalan Udara Kedungkandang (ngadipuro,Pangkalan Udara Pandan Wangi (Lumajang) dan di Front Surabaya (Sidoarjo dan Gendangan). Kegiatan Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP) pada waktu itu masih bersifat local yang berkedudukan di Pangkalan Udara antara lain :

Bugis (Malang), Maospati (Madiun), Mojoagung (Surabaya), Panasan (Sala), Maguwo (Yogyakarta), Cibeureum (Tasikmalaya), Kalijati (Subang), Pamempeuk (Garut) dan diluar Jawa antara lain Padang dan Palembang.

Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda mengadakan aksi militer I dengan menyerang Pangkalan-pangkalan Udara Republik Indonesia di Jawa, termasuk Pangkalan Udara Bugis (Malang) dimana Sugiri Sukani bertugas, ketika Pangkalan Udara tersebut sudah tidak dapat dipertahankan lagi maka Pangkalan Udara tersebut dibumi hanguskan agar pasukan Belanda tidak dapat mendarat di Pangkalan Udara tersebut.

Kemudian pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda mengadakan Aksi Militer Ke II dengan tujuan meluaskan daerah pendudukannya sehingga banyak Pangkalan Udara Republik Indonesia yang jatuh ketangan Belanda. Dengan jatuhnya Pangkalan- pangkalan Udara di Jawa maka anggota AURI mengundurkan diri kehutan-hutan untuk melaksanakan perang secara gerilya.

Saat A. Wiriadinata diangkat sebagai Komandan Pertempuran Panembahan Senopati 105 (PPS 105) yang lebih dikenal dengan nama Pasukan Garuda Mulia, Sugiri Sukani diangkat sebagai pasukan Mobil. Setelah diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) dan adanya pengakuan kedaulatan Republik Indonesia maka AURI menerima penyerahan Pangkalan Udara dari tangan Belanda.

Untuk menerima penyerahan tersebut, Pasukan Pertahan Pangkalan mengadakan konsolidasi di Pangkalan Udara Panasan (Solo) dan dalam reformasi tersebut Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP) dibagi menjadi 3 (tiga) Kompi. Adapun kedudukan tiap-tiap kompi adalah sebagai berikut :

1. Kompi I berkedudukan di Pangkalan Udara Andir (Bandung) dengan Komandan kompi adalah Letnan Udara II Soeprantyo.

2. Kompi II berkedudukan di Pangkalan Udara Cililitan dengan Komandan Kompi adalah Letnan Muda Udara I Sugiri Sukani.

3.Kompi III berkedudukan di Pangkalan Udara Maospati (Madiun) dengan Komandan Kompi adalah Letnan Muda Udara I Suratman A.

Pada tanggal 17 Oktober 1951 dibentuk Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang kemudian pada tanggal 16 April 1966 diganti namanya menjadi Komando Pasukan Gerak Tjepat (KOPASGAT) yang memiliki ciri tersendiri yang berbeda dengan pasukan-pasukan lainya.         Selain sebagai pasukan tempur Kopasgat juga bertugas untuk merebut dan mengembalikan Pangkalan Udara yang berhasil direbut oleh penjajah untuk dapat kembali ke pangkuan bumi pertiwi sehingga dapat berfungsi kembali.

Pada bulan Pebruari 1952 Letnan Udara I Sugiri Sukani diangkat sebagai Komandan Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP) di Pangkalan Udara Andir (Bandung).

Dengan tugas untuk mengkordinir kompi-kompi PPP yang ada di Pangkalan tersebut. Sebab pada masa itu di Pangkalan Udara Andir Bandung terdapat beberapa kompi pasukan.

Ketika terjadi beberapa pemberontakan di bumi Pertiwi ini Sugiri Sukani ditugaskan pula untuk menumpas pemberontakan DI/TII di wilayah Jawa Barat. Beliau memimpin langsung pengejaran di wilayah-wilayah diantaranya Tangkuban Perahu, Pegunungan Galunggung, Pegunungan Guntur dan Pegunungan Tampomas. Selain penumpasan DI/TII di wilayah Jawa Barat Sugiri Sukani juga ikut melaksanakan penumpasan di Sulawesi Selatan dengan melakukan penerjunan bersama Wiriadinata.

Bukan hanya itu saja sewaktu terjadi pemberontakan PRRI Permesta Sugiri Sukani dan Wiriadinata beserta Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP) juga melaksanakan penerjunan di Padang untuk merebut Pangkalan Udara Tabing operasi itu dapat dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan dan Pangkalan Udara Tabing dapat direbut kembali oleh bangsa Indonesia dan Siap beroperasi kembali.

Kemudian Letnan Udara I Sugiri Sukani ditugaskan kembali untuk memimpin 2 (dua) kompi Pasukan Gerak Tjepat (PGT) bersama-sama dengan 1 (satu) kompi RPKAD ke Pekanbaru dengan tugas menumpas pemberontakan PRRI / Permesta, operasi ini dinamakan Operasi Tegas.

Dalam pelaksanaan Operasi Tegas ini berhasil merampas senjata-senjata yang diterjunkan dari pesawat untuk para pemberontak.


NAMA-NAMA KOMANDAN LANUD S. SUKANI

 

Lettu RD. Nit Koesoemah 1957 – 1958
Serma Adang Maya Soedirja 1958 – 1960
Letda Anda Wijaya 1960 – 1963
Kapten Psk Goentoer Darjono 1963 – 1965
Lettu Psk Setijono 1965 – 1966
Mayor Psk Goentoer Darjono 1966 – 1968
Mayor Psk Tukidjo 1968 – 1971
Mayor PJ Ramli 1971 – 1971
Mayor PJ Husein Basarah 1971 – 1974
Mayor PJ Bill Purawinata 1974 – 1976
Mayor Pnb Caspar Bili Weru 1976 – 1978
Mayor Psk Widodo DS 1978 – 1982
Mayor Psk M. Ichwan 1982 – 1986
Mayor Psk A. Hidayat 1986 – 1987
Letkol Psk K. Hutasuhut 1987 – 1989
Mayor Psk Sutrisno Effendi 1989 – 1990
Mayor Lek Johny Laksadipura 1990 – 1993
Letkol Lek Rasman Suhali 1993 – 1996
Letkol Psk Yasin Mamora 1996 – 1997
Letkol Psk Wahyudin Karnadinata 1997 – 1999
Letkol Psk Dadang Pranajaya 1999 – 2001
Mayor Lek Darsiswoko 2001 – 2003
Mayor Lek Arif Joko Setiawan 2003 – 2005
Mayor Lek Lilik Irianto 2005 – 2007
Mayor Psk Chandra Waskita 2007 – 2009
Mayor Psk Suwito 2009 – 2011
Mayor Psk Is Budiarto 2011 –

Save

Save

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *