Save

Save

Marsma TNI Bowo Budiarto

Komandan Lanud Hasannudin

Marsma TNI Bowo Budiarto Lahir Lahir di Semarang pada tanggal 16 Januari 1965, diterima menjadi Calon Prajurit Taruna, dan dilantik sebagai Letnan Dua pada tahun 1989. Sekolah Penerbang (Sekbang) tahun 1991. Seskoau pada tahun 2003. Selanjutnya Sesko TNI pada lulus pada tahun 2013. Pada tanggal 3 Agustus 2016 dilantik menjadi Komandan Lanud Hasannudin sampai sekarang.

Lanud Hasanuddin bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya, pembinaan potensi dirgantara serta menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya. Dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut, Lanud Hasanuddin menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

  • Menyelenggarakan pembinaan dan penyiapan satuan dalam jajarannya.
  • Mengumpulkan dan merekam data guna penyempurnaan taktik/teknik operasi dan latihan.
  • Melaksanakan pembekalan dan pengadaan materiil bagi satuan jajarannya.
  • Menyelenggarakan pemeliharaan Alutsista sampai dengan tingkat sedang.
  • Menyelenggarakan pembinaan potensi dirgantara.
  • Menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Mengadakan koordinasi dengan badan-badan dan instansi terkait dii dalam dan di luar Lanud.
  • Mengajukan saran dan pertimbangan kepada Pangkoopsau II mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.

Visi

Mewujudkan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional yang optimal bagi satuan-satuan jajaran Lanud Sultan Hasanuddin dalam rangka menyelenggarakan operasi udara, mendukung pelaksanaan operasi udara dan penyiapan pangkalan yang handal dan modern.

Misi

Menyelenggarakan pembinaan dan penyiapan satuan dalam jajarannya. Mengumpulkan dan merekam data guna penyempurnaan taktik/teknik operasi dan latihan.

  1. Melaksanakan pembekalan dan pengadaan materiil bagi satuan jajarannya.
  2. Menyelenggarakan pemeliharaan Alutsista sampai dengan tingkat sedang.
  3. Menyelenggarakan pembinaan potensi dirgantara.
  4. Menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung yang menjadi tanggung jawabnya.
  5. Mengadakan koordinasi dengan badan-badan dan instansi terkait di dalam dan diluar Lanud Sultan Hasanuddin.
  6. Menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan-satuan lainnya.
  7. Mengajukan saran dan pertimbangan kepada Pangkoopsau II mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang dan tugas Lanud.

PROFIL LANUD SULTAN HASANUDDIN

Lanud Sultan Hasanuddin dalam perjalanannya telah mengalami beberapa perubahan yang sebelumnya bernama Lapangan Terbang Mandai. Pada tahun 1958 diganti menjadi Lanud Hasanuddin sesuai Keputusan Kasau Nomor : Kep/167/V/1958 tanggal 17 Mei 1958. Hal ini merupakan upaya untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa perjuangan seorang Pahlawan dari Sulawesi Selatan yaitu Sultan Hasanuddin. Dan kemudian disempurnakan melalui peraturan Kasau Nomor : Perkasau/68/IX/2008 tanggal 17 September 2008 tentang Penggantian Nama Pangkalan TNI AU Hasanuddin (HND) menjadi Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin (HND), maka secara resmi nama Lanud Hasanuddin berubah menjadi Lanud Sultan Hasanuddin. Dan untuk penyingkatan tetap dengan Lanud HND.

Lanud Sultan Hasanuddin adalah Pangkalan Type A dalam Jajaran Koopsau II, terletak di Bumi Anging Mamiri Propinsi Sulawesi Selatan keberadaannya sangat strategis, dijabat seorang Komandan berpangkat Bintang Satu yang saat ini dijabat oleh Marsekal Pertama TNI Dody Trisunu. Sebagai Lanud Type A merupakan satuan pelaksana Koopsau II dengan tugas pokok menyiapkan, melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya dan melaksanakan pembinaan potensi dirgantara serta menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya. Sesuai Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor : Kep/06/II/2005 Tanggal 14 Februari 2005 tentang Pokok-pokok Organisasi Dan Prosedur Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin, sebagai satuan pelaksana Koopsau II, Lanud Sultan Hasanuddin memiliki tugas yang tidak ringan yaitu melaksanakan tugas operasi udara dalam menjaga kedaulatan NKRI di udara, selain itu juga disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya diantaranya kegiatan protokoler kunjungan Presiden dan wakil presiden serta para pejabat negara setingkat menteri, menerima kunjungan para pelajar sekolah yang ingin melihat keberadaan sarana dan prasarana serta aktifitas Lanud Sultan Hasanuddin.

Dalam melaksanakan tugasnya Komandan Lanud Sultan Hasanuddin dibantu beberapa eselon pembantu pimpinan/Staf meliputi Ruang Operasi staf pembantu Lanud dalam merencanakan, menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian kegiatan pembinaan dan operasi udara, Intelijen dan Pengamanan melaksanakan tugas dalam bidang pengamanan dan intelijen udara dalam rangka penyelenggaraan pembinaan Pangkalan, Program dan Anggaran mempunyai tugas dalam perencanaan dan pegendalian anggaran di lingkungan Lanud, Pemegang Kas adalah staf pembantu/pelaksana Lanud dalam bidang pengurusan dan pelayanan keuangan, Pengadaan staf pembantu Lanud dalam menyelenggarakan pengadaan materiil/jasa secara lokal di lingkungan Lanud, Gudang Pemeliharaan Lanud menyelenggarakan penerimaan, penyimpanan dan penyaluran materiil di lingkungan Lanud, Hukum staf Lanud menyelenggarakan fungsi hukum di lingkungan Lanud, Staf Penerangan dan Perpustakaan staf Lanud dalam menyelenggarakan pembinaan penerangan dan perpustakaan serta eselon pelayanan Staf Sental Komunikasi mempunyai tugas menyelenggarakan kumunikasi dan Sekretariat staf pelaksana Lanud yang bertugas menyelenggarakan persekretariatan.

Selain itu Komandan Lanud Sultan Hasanuddin dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh tiga Kepala Dinas sebagai pembantu pimpinan/ staf pelaksana yaitu Kepala Dinas Operasi adalah pembantu pimpinan/pelaksana Lanud dalam menyelenggarakan kegiatan operasi udara, dukungan operasi dan penyiapan pangkalan, Kepala Dinas Personil adalah pembantu pimpinan/pelaksana Lanud dalam menyelenggarakan pembinaan personel serta Kepala Dinas Logistik adalah staf pembantu pimpinan/pelaksana Lanud dalam penyelenggaraan kegiatan di bidang dukungan logistik dan sebagai Pembina system informasi manajemen logistik, serta tiga eselon pelaksana Lanud Sultan Hasanuddin meliputi Komandan Satuan Polisi Militer bertugas menyelenggarakan kegiatan fungsi Pom di lingkungan Lanud dan daerah yang digunakan oleh TNI AU dan Kepala Rumah Sakit Tingkat II dr. Dody Sarjoto bertugas menyelenggarakan dukungan kesehatan yang diperlukan oleh setiap kegiatan operasi dan latihan TNI AU, meliputi dukungan kesehatan, pelayanan gawat darurat, perawatan umum, spesialistik dan kesehatan preventif serta penunjang kesehatan dalam kegiatan Rumah Sakit. Sedangkan Skadron Teknik 044 adalah satuan pelaksana Lanud Sultan Hasanuddin dalam menyelenggarakan pemeliharaan pesawat terbang tingkat sedang yang bersifat restorative dan dilaksanakan untuk mengembalikan kepada keadaan siap, meliputi perbaikan tingkat bengkel atas sistem/sub system pesawat terbang yang mengalami kerusakan dan kelainan.

Lanud Sultan Hasanuddin membawahi Wing 5 dengan didalamnya dua Skadron Udara yaitu Skadron Udara 5 dengan pesawat Boeing 737 Intai Strategis dan CN-235 MPA, Skadron Udara 11 Wing 5 dengan pesawat Suhkoi 27/30 Tempur Strategis dan Skadron Teknik 044, serta terdapat dua satuan input yaitu Satuan Wing 2 Paskhas, Batalyon Komando (Yonko) 464 Paskhas dan Detasemen Pertahanan Udara (Hanud) 472 Paskhas.

Wing 5 sesuai dengan Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Pangkalan Type A, tertuang dalam Skep Kasau Nomor Kep/6/II 2005 Tanggal 14 Februari 2005 dinyatakan bahwa Wing 5 merupakan satuan pelaksana Lanud yang berkedudukan langsung dibawah Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, mempunyai tugas sebagai pelaksana Lanud Sultan Hasanuddin bertugas menyelenggaraan pembinaan teknis dalam rangka kesiapan operasional awak pesawat Skadron Udara yang berada dalam jajarannya, serta mengumpulkan, merekam data guna penyempurnaan taktik dan teknis operasi dan latihan. Adapun dua Skadron Udara Jajaran Wing 5 adalah Skadron Udara 5 dan Skadron Udara 11. Skadron Udara 5 sebagai home base Pesawat Boeing 737 Intai Strategis dan CN-235 MPA mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan personel materiil dan alusista agar mempu melaksanakan pengintaian udara strategis dan pengawasan, pengamanan ZEE dan jalur lintas laut damai diseluruh wilayah Indonesia. Sedangkan Skadron Udara 11 menjadi home base Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 dan SU-27 SKM, mengemban tugas menyelenggarakan pembinaan, baik personel, materiil dan alutsista, agar mampu melaksanakan serangan udara terhadap sasaran di darat/laut, disamping juga melaksanakan foto di udara/recce dalam rangka operasi udara taktis dan strategis.

KONFERENSI Meja Bundar ( KMB ) di Deen Hag Belanda pada tanggal 27 desember 1949 merupakan saat bersejarah bangsa Indonesia, karena melalui perjuangan bangsa yang berat , Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Dengan demikian tibalah saatnya bagi bangsa Indonesia untuk memasuki tahap baru yakni konsolidasi dan pembinaan disegala bidan, termasuk Angkatan Bersenjatanya.

Dalam surat keterangan Kepala Staf Angkatan Udara RS Suryadarma, Nomor : 88 / SU – IV / II tanggal 27 April 1950 digariskan bahwa setelah fase I konsolidasi AURI dan fase II reorganisasi Militaire Luchvart yang menurut rencana selambat-lambatnya Juni 1950, maka terhitung 1 Juli 1950 dimulai dengan fase III yakni kontruksi Angkatan Udara Republik Indonesia. Kemudian pada waktu hampir bersamaan dilakukan penyerahan lapangan terbang Mandai dari Sekutu kepada pemerintah RI yang selanjutnya dikelolah bersama antara PAU Mandai dengan Jawatan Pekerjaan Umum Seksi Lapangan Terbang dan Komandan pertama dijabat oleh Kapten Udara Mantiri. Sehingga dapat dipastikan bahwa Lanud Hasanuddin lahir pada tanggal 1Juli 1950

Namun sebelumnya pada bulan April 1950, beberapa bulan setelah Negara RIS terbentuk berdasarkan perjanjian KMB telah terjadi beberapa peristiwa, misalnya saja : pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan RMS di Maluku, PRRI di Sumatera dan masih banyak lagi yang terjadi di daerah-daerah lain dalam wilayah Negara Indonesia Serikat.

Dengan adanya pemberontakan Andi Azis ( April 1950 ) ini, awall dimulainya fungsi dan peran Lanu Hasanuddin yang semula disebut Lanu Mandai menjadi ujung tombak dan sekaligus Home Base dari setiap operasi penumpasan. Kemudian pada tanggal 21 Juli 1950 Captain Pilot R.J. Ismail dan Co-pilot Letnan Suhodo terbang menuju Lanu Mandai dengan misi memperkuat operasii penumpasan Republik Maluku Selatan ( RMS ).

DARI MASA KE MASA PARA KOMANDAN LANUD HASANUDDIN

  • 1. Letnan Udara I. SADJAD (1950)
  • 2. Letnan Udara II. NANDIKA (1950-1951)
  • 3. Letnan Udara II. KADMADI (1951-1952)
  • 4. Letnan Udara I. PADMO SUWARNO (1952-1953)
  • 5. Letnan Udara I. ABASUKI (1953-1956)
  • 6. Letnan Udara I. P.S. PALILA (1956-1957)
  • 7. Letnan Udara I. SUDARJA (1957-1959)
  • 8. Kapten Udara SUPARMAN (1959-1962)
  • 9. Kapten Udara ISCHAK (selama 6 bulan 1962)
  • 10. Kapten Udara SUPARYO (1962-1964)
  • 11. Mayor Udara DJAJUSADI (1964-1966)
  • 12. Letkol Udara KUSNIDAR (1966-1968)
  • 13. Letkol Pnb UMAR SYAFIUDIN (1968-1970)
  • 14. Letkol Nav SADEWO. S (1970-1972)
  • 15. Letkol Nav SUTIADJI (1972-1973)
  • 16. Letkol Pnb SOEDARTO (1973-1975)
  • 17. Letkol Pnb SOFYAN YANIS (1975-1978)
  • 18. Letkol Pnb R.A. LEGOH (1978-1980)
  • 19. Letkol Pnb STEVEN ADAM (1980-1982)
  • 20. Letkol Pnb DANIEL BORROH (1982-1985)
  • 21. Kolonel Pnb A. MULUK TANUSUKUMAH (1985-1987)
  • 22. Kolonel Pnb ZAENAL ABIDIN (1987-1990)
  • 23. Kolonel Pnb SOEDIRO (1990-1992)
  • 24. Kolonel Pnb JEFFRY Z. ABIDIN (1992-1994)
  • 25. Kolonel Pnb P.L.D. WATTIMENA (1994-1996)
  • 26. Kolonel Pnb IDA BAGUS OKA (1996-1998)
  • 27. Kolonel Pnb BUDIJONO (1998-2001)
  • 28. Marsma TNI GANDJAR WIRANEGARA (2001, 10 bulan)
  • 29. Kolonel Pnb SUKIRNO,SE (2001-2003)
  • 30. Kolonel Pnb B. SOELISTYO, S. Sos. (2003-2005)
  • 31. Marsma TNI EDDY SUYANTO, ST. (2005-2008)
  • 32. Marsma TNI IB. PUTU DUNIA (2008-2010)
  • 33. Marsma TNI AGUS SUPRIATNA (2010-2011)
  • 34. Marsma TNI BARHIM (2011-2013)
  • 35. Marsma TNI DODY TRISUNU (2013-2014)
  • 36. Marsma TNI TAMSIL G. MALIK (2014-2015)
  • 37. Marsma TNI NANANG SANTOSO (2015-2016)
  • 38. Marsma TNI Bowo Budiarto (2016- Sekarang)

Save

Save

Save