Monumen Sayap Sebelah termasuk dalam kelompok monumen jenis bentuk tugu, monumen ini berdiri tegak di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, tepatnya disebelah kanan jalalan masuk menuju base ops. Ide dan prakarsa pendirian monumen adalah dari Komandan Pangkalan Halim Perdanakusuma pada waktu itu yang dijabat oleh Kapten Udara M. Yacoeb.

Maksud dan tujuan pendirian monumen sebagai identitas Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dan yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai ceck point pesawat-pesawat yang akan mendarat.  Selain itu pendirian monumen juga dimaksudkan untuk mengabadikan nama Marsekal Muda Anumerta Halim Perdanakusuma sebagai pengganti nama Pangkalan Udara Cililitan yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1952.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Halim Perdanakusuma mempunyai banyak pengalaman di bidang militer, kariernya dimulai ketika beliau masuk Angkatan Udara Inggris melalui pendidikan Royal Canadian Air Force sebagai Navigator.  Pada saat bangsa Indonesia ia terpanggil untuk berjuang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.  Ia kembali ke tanah air dengan bekal pengalaman dan kemampuan yang diprolehnya selama mengikuti pendidikan dan  bertempur dalam perang dunia II di bawah Angkatan Udara Inggris.

Dengan bekal pengalaman tersebut Halim Perdanakusuma bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia yang saat itu terkenal dengan sebutan AURI.  Prestasi yang gemilang ketika ia mencanakan operasi udara pertama, melalui perencanaan dan perhitungan yang matang pada tanggal 29 Juli 1947.  Halim Perdanakusuma berhasil melepaskan beberapa perwira muda untuk mengadakan serangan mendadak terhadap tangsi tangsi  Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga. Keberhasilan serangan udara ini dapat mempengaruhi opini dunia tentang keberadaan Angkatan Udara Republik Indonesia.

Monumen sayap sebelah diresmikan pada tahun 1953 dengan upacara militer, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peresmian monumen tersebut adalah Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal R. Suryadi Suryadarma.  Hadir dalam peresmian tersebut adalah para pejabat TNI Angkatan Udara dan segenap anggota Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.