Berita

KOOPSAU I DITUNTUT MENYIAPKAN LANGKAH KONKRIT

Dibaca: 3 Oleh 08 Jan 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Sebagai Komando Operasi TNI AU yang berkedudukan di ibukota, Koopsau I menjadi tumpuan dalam menyelesaikan berbagai tantangan tugas. Untuk itu Koopsau I dan jajarannya dituntut lebih peka dan responsif dalam menyiapkan langkah konkrit, baik dalam alutsista maupun perangkat pendukungnya termasuk seluruh prajurit Koopsau I.

Demikian dikatakan Kasau Marsdya TNI Ida Bagus Putu Dunia, dalam sambutannya pada serah terima jabatan Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I dari Marsda TNI Bagus Puruhito kepada Marsma TNI M Syaugi di Makoopsau I Halim Perdanakusuma, Senin (7/1).

Dikatakan, kehadiran alutsista serta prajurit Koopsau I bersama-sama prajurit TNI dan Polri di berbagai daerah, baik dalam penanganan konflik maupun penanganan bencana alam, menjadi salah satu bukti, bahwa prajurit Koopsau I telah melaksanakan tugasnya dengan penuh totalitas.

“Terkait dengan pemenuhan kebutuhan modernisasi, penggantian maupun pengadaan alutsista baru secara bertahap, harus mampu dijawab dengan profesionalitas dalam tata kelola manajerial, sehingga mampu mewujudkan efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran sesuai perencanaan yang telah ditetapkan”,ungkap Kasau.

Kasau juga mengingatkan, bahwa mewujudkan ‘zero accident’ adalah niat dan tekad bersama. Kepedulian dan kepekaan dari setiap personel jajaran Koopsau I terhadap potensi sumber penyebab kecelakaan, merupakan salah satu jalan dan kunci sukses menuju pembangunan ‘budaya safety’ di lingkungan penugasan.

Menurutnya, dalam era demokratisasi dan keterbukaan saat ini, banyak pihak yang ingin memanfaatkan kelemahan dimasa lampau dibidang pengamanan aset untuk menguasai aset negara yang dikelola TNI AU. Diharapkan penanganan aset tanah perlu dilaksanakan secara terukur yang merujuk kepada ketentuan hukum yang berlaku.

”Oleh karena itu perlu solusi terbaik agar citra kita tidak jatuh, tetapi tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan melalui jalan tengah atau ”win win solution” terhadap aset tanah yang sedang bermasalah”, tegas Kasau.

Terkait dengan pencitraan TNI AU di masyarakat diharapkan peristiwa kekerasan personel TNI AU terhadap wartawan yang terjadi di Pekanbaru saat meliput jatuhnya pesawat Hawk, kedepan tidak akan terulang lagi. Untuk itu personel TNI AU harus bertindak berdasarkan SOP dan hukum yang berlaku, menyeimbangkan kebutuhan keamanan keselamatan, tidak mudah emosi serta lebih persuasif dalam menghadapi wartawan maupun masyarakat.

Baca juga:  Anggota Lanud Surabaya Ikuti Latihan PKD Ke-88

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel