Berita

Koopsau II Gelar Latihan Survival Tempur Di Tondano, Sulawesi Utara

Dibaca: 6 Oleh 20 Apr 2016Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Untuk memberikan bekal kemampuan khusus bagi awak pesawat dalam menghadapi situasi darurat, baik di darat maupun di air, Koopsau II mengadakan Latihan Survival Tempur tahun 2016 yang dibuka oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Dody Trisunu bertempat di depan apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (19/4).

“Latihan Survival Tempur merupakan tuntutan bagi awak pesawat, sebagai antisipasi apabila pesawat yang diawakinya mengalami accident maupun incident di daerah musuh, sehingga bagi awak pesawat yang masih hidup akan dapat mempertahankan diri dan menghindar dari kejaran musuh untuk menuju ke daerah yang aman atau daerah kawan”, tegas Pangkoopsau II dalam sambutannya kepada peserta latihan survival tempur 2016 di apron Galaktika.

Sebagai Kotama pembinaan TNI AU dan Operasi TNI, Koopsau II senantiasa dihadapkan dengan berbagai tugas yang tidak ringan. Kompleksitas tuntutan tugas Koopsau II ini tentunya perlu disikapi dengan kesiapan operasional satuan yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kegiatan latihan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit, menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan, “salah satunya adalah Latihan Survival Tempur dengan sandi Wanatirta Yudha 2016 bagi para awak pesawat terbang” ujar Alumni AAU 86.

Baca juga:  Tes Kesamaptaan Calon Prajurit Tamtama AU di Lanud Dhomber

Meskipun di satuan masing-masing, para peserta sudah pernah melaksanakan latihan survival dasar, Pangkoopsau II minta, untuk tidak menganggap remeh latihan ini, karena Latihan Survival Tingkat Koopsau ini memang merupakan Latihan Tingkat Lanjutan setelah peserta Latihan melaksanakan Latihan Survival Dasar di Tingkat Lanud. Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi setiap peserta untuk tidak serius dalam latihan ini.

Bagi seorang prajurit “Mandi keringat di medan latihan lebih baik daripada mandi darah berkalang tanah di medan pertempuran. Materi survival yang satu ini sudah tentu lebih sulit dibanding latihan yang dilaksanakan di tingkat Lanud, sehingga keseriusan masing-masing peserta latihan dituntut dalam setiap tahap latihan” ujar Pangkoopsau II.

Dalam sambutannya Pangkoopsau II juga menekankan kepada para peserta latihan agar tetap mengedepankan kearifan lokal dan lebih cermat dalam melaksanakan seluruh rangkaian latihan, sehingga tidak merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Latihan Survival Tempur 2016 diselenggarakan mulai hari ini tanggal 19 sampai dengan 23 April 2016, dengan mengambil lokasi latihan di kawasan hutan dan perairan Tondano Minahasa, Sulawesi Utara.

Baca juga:  HALAL BIL’HALAL DI LANUD ATANG SENDJAJA

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel