Koopsau 2

Koopsau II Peringati Hari Ibu

By 22 Dec 2018 January 7th, 2019 No Comments
IMG_6157
#TNIAU #TNI-AU

TNI AU.  Upacara Peringatan Hari Ibu dilaksanakan secara sederhana oleh seluruh Prajurit TNI AU di lapangan Apel I Markas Koopsau II Makassar, Sabtu (22/12).  Upacara yang diikuti oleh seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Koopsau II dan Kosekhanudnas II Makassar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Asren Koopsau II Kolonel Pnb Erwan Adnrian, S.E.

Dalam peringatan Hari Pahlawan tahun 2018 mengambil Tema “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun    ketahanan     keluarga   untuk kesejahteraan    bangsa”.  tema   ini  dibangun dengan melihat   situasi dan kondisi bangsa indonesia    tahun   2018   dan  menyelaraskan  dengan arah kebijakan   pembangunan   pemberdayaan perempuan   dan   perlindungan  anak sebagaimana  telah tercantum dalam  rp jmn 2015-2019   serta  mewujudkan   nawacita sebagai salah satu agenda nasional. berbagai  persoalan  sosial  saat  ini  marak  terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya   perempuan   dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif,   dan   lain-lainnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan     Perlindungan   Anak   Republik Indonesia Yohana Yembise dalam sambutannya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara mengatakan bahwa peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam  perjuangan panjang  bangsa  ini untuk  meraih kemerdekaannya.  keterlibatan perempuan   dibuktikan melalui    kongres   perempuan  pertama   22  desember 1928   di yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat  dan tekad bersama untuk mendorong   kemerdekaan   Indonesia. hakekat peringatan   hari   ibu   setiap  tahunnya adalah   mengingatkan    seluruh rakyat Indonesia,   terutama generasi  muda akan arti dan makna  hari  ibu   sebagai  sebuah  momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta  gerak  perjuangan   kaum    perempuan   yang   tidak   dapat dipisahkan   dari sejarah   perjuangan    bangsa    Indonesia. Untuk  itu   sebagai   apresiasi   atas  gerakan  yang bersejarah itu, peringatan hari ibu   ditetapkan  setiap   tanggal 22 desember    sebagai   hari nasional  bukan   hari  libur.

Lebih lanjut Yohana Yembise  mengatakan,peringatan    hari      ibu     juga  diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.   Peringatan   hari   ibu  juga   diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas  hidup,   pemenuhan   hak dan    kemajuan   perempuan. di lain sisi juga memberikan keyakinan  yang   besar   bahwa   perempuan   apabila  diberi     peluang   dan  kesempatan  mampu meningkatkan  kualitas   hidupnya  serta  mengembangkan   segala potensi    dan   kemampuan  yang   dimilikinya.   Saat  ini  bahkan    terbukti   perempuan dalam berbagai dimensi  kehidupan  berbangsa dan  bernegara,   mampu  menjadi motor  penggerak  dan  motor perubahan  ( agent of  change).

Perempuan Indonesia masa kini   adalah  perempuan  yang    sadar  dan   memahami  memiliki   hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian   tugas, peran   dan  tanggung jawab  yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai   dari    lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa   dan     bernegara.    perempuan   dan   laki-laki keduanya adalah parthnership sekaligus sumber   daya   insani   yang menentukan   keberhasilan    pembangunan    nasional.

Di akhir sambutannya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan yaitu Oase, Kongres  Wanita   Indonesia    (Kowani),  Tim Penggerak  PKK Pusat, Dharma Pertiwi,  Dharma Wanita Persatuan Pusat, Bhayangkari  dan mitra kerja lainnya yang  selalu  bersama-sama terlibat dalam penyelenggaraan peringatan hari ibu.

Leave a Reply