Berita

Koorsahli Kasau Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono Resmi Menyandang Gelar Doktor

Dibaca: 446 Oleh 06 Sep 2018Tidak ada komentar
Koorsahli Kasau Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono Resmi Menyandang Gelar Doktor
#TNIAU 

TNI AU. Koorsahli Kasau Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono berhasil menyandang gelar Doktor setelah mempertahankan Disertasinya yang berjudul Strategi Pengembangan Alutsista TNI Angkatan Udara dalam Perspektif Ancaman Wilayah Udara Negara Kesatuan Republik Indonesia” pada Ujian Promosi Doktor yang bertempat di Ballroom Teater Lantai 3 Menara Pinisi UNM Makassar (4/9).

Dalam paparannya dihadapan tim penguji yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP. selaku Ketua Sidang, Prof. Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd, selaku Sekretaris, Prof. Dr. Rifdan, M.Si, selaku Promotor, Prof Dr. Jasruddin, M.Si, selaku Ko Promotor, dan yang bertindak sebagai Penguji Internal adalah Prof. Dr. H. Haedar Akib, M.Si, Prof Dr. Suradi Tahmir, MS., dan Prof. Dr. Anshari, M.Hum., serta Penguji Eksternal Dr. Erwansyah Syarief, MBA, M.Si  dari Jakarta, Umar Sugeng mengatakan bahwa Strategi pengembangan Alutsista TNI Angkatan Udara dilakukan dengan penambahan alutsista udara yang canggih dengan berbagai jenisnya, pesawat tanpa awak, radar, Meriam/PSU untuk menuju Ideal Essential Force, membentuk Skadron mobile yang bermarkas di Pangkalan Udara terdepan serta pemberdayaan industri pertahanan nasional seperti PT. Dirgantara, PT Pindad, dan PT LAN.

Lebih lanjut Umar Sugeng Hariyono mengatakan bahwa faktor determinan strategi pengembangan alutsista TNI Angkatan Udara yakni kondisi keuangan negara yang harus lebih baik, hubungan harmoni antar Lembaga pemerintah dan instansi terkait, serta kepentingan pertahanan negara serta doktrin kampanye militer. TNI Angkatan udara harus memiliki kemampuan deterrent power dan balance of power sehingga mampu menegakkan kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah NKRI dan melindungi keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Penempatan Alutsista Udara di pulau atau pangkalan terdepan harus menjadi prioritas sehingga Indonesia akan betul-betul dapat menguasai wilayah udara nasional serta dapat menghadapi ancaman yang datangnya melalui wilayah udara. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Presiden pertama RI Ir. Sokarno dalam postulat yang dilontarkan pada tahun 1955 dengan menyatakan “Kuasailah udara untuk melaksanakan kehendak nasional karena kekuatan nasional di udara adalah faktor yang menentukan dalam perang modern,” pernyataan Ir Sukarno tersebut mengisyaratkan bahwa sesungguhnya Indonesia sadar bahwa penguasaan udara harus menjadi prioritas yang dalam semboyang TNI AU dikenal dengan sebutan “Abhibuti Antarikshe” (keunggulan di udara adalah tujuan kami). Hal ini sesuai juga dengan apa yang diutarakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara yang pertama Marsekal TNI Rd. S. Suryadarma “Kembangkanlah terus sayapmu demi kejayaan tanah air tercinta ini, jadilah perwira sejati dan pembela tanah air,” kata mantan Irjenau.

Di akhir paparannya, Alumni AAU 1986 ini mengemukakan teori yang menjadi temuannya dengan istilah ”THE SEVEN ELEMENTS FOR NATIONAL AIR FOWER” ( 7 elemen membangun kekuatan udara) yang meliputi : (1) the vision of Indonesian air force, (2) leaders Integrity, (3) Validate the organization, (4) Modernize the main tool of weapons, (5) the professional soldier, (6) reward and punishment, (7) Budgeting improvement. Bila hal tersebut dapat dilaksanakan maka Ideal Essential Force dapat diwujudkan.

Pada Sesi pertanyaan atau sanggahan dari Tim penguji, Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara yang berpangkat bintang dua ini memberikan jawaban yang cukup memuaskan para Guru Besar yang diikut dengan tepuk tangan yang cukup meriah dari tamu yang hadir yang jumlah kurang lebih 500 orang. Diantara tamu yang hadir adalah Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo, SE., M.P.P., Kasdam XIV Hasanuddin, Danlanud Sultan Hasanuddin, Para Perwira TNI Angkatan Udara dan ratusan Personel Angkatan Udara baik militer maupun sipil serta mahasiswa UNM. Juga turut hadir Istri tercinta beliau Ny. Dwiana Ika Fitri, S.IP. yang sekali-kali tersenyum dengan penuh kebanggaan dan rasa haru menyaksikan suami tercinta memaparkan Disertasi dan menjawab pertanyaan Para Guru Besar.

Gelar tertinggi dalam bidang akademik ini diraih oleh Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono dengan Peredikat Cum Laude, dengan nilai 4 (empat), merupakan nilai yang sangat sempurna. Prestasi ini diraih bukanlah merupakan hal yang ringan, mantan Pangkoopsau II ini harus  mengikuti dengan penuh kesabaran, ketekunan dan keuletan, utamanya ketika melakukan penelitian dan penulisan Disertasi yang cukup menguras pikiran dan tenaga, begitu juga ketika mengikuti ujian  proposal, ujian Hasil, ujian tutup maupun ujian promosi yang mengharuskan Umar Sugeng bolak balik Jakarta- Makassar, di tengah-tengah kesibukannya dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Bangsa dan negara. Maka wajar kalau Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP. selaku Ketua Sidang dalam Promosi Doktor tersebut memberikan apresiasi yang cukup tinggi dengan mengatakan bahwa Dr. Umar Sugeng Hariyono, S.IP, SE., MM. adalah Mahasiswa Doktor yang tergolong amat sangat cerdas sehingga semua pertanyaan dijawab dengan sempurna.  

Baca juga:  Pia Ag Lanud Supadio Khatam Qur’an

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel