Berita

….KOQ PESAWATNYA TERPISAH-PISAH?

Dibaca: 16 Oleh 01 Agu 2012Tidak ada komentar
....KOQ PESAWATNYA TERPISAH-PISAH?
#TNIAU 

Masyarakat disekitar persimpangan Lanud Supadio dikejutkan dengan adanya pesawat tempur yang sudah tidak utuh lagi. Hal ini menjadi pertanyaan bagi warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi monumen pesawat A4-Skyhawk di persimpangan Lanud Supadio, Rabu (1/8). Pertanyaan para warga tersebut terjawab setelah satu per satu bagian pesawat tempur tersebut dirakit di depan Kantor PIA Ardhya Garini Cab.19/D.I Lanud Supadio. Mereka baru tahu kalau pesawat tempur tersebut akan dijadikan monumen.

“Tadinya saya kira ada pesawat yang jatuh karena pesawatnya terpisah-pisah,” ungkap Rahodi (35) salah satu warga yang menyaksikan proses pemindahan pesawat A-4 Skyhawk ke persimpangan Lanud Supadio. Tapi setelah dirakit barulah saya tahu bahwa pesawat tersebut akan dijadikan monomen.

Ia menambahkan dengan adanya rencana pembuatan monumen dipersimpangan Sui. Durian Lanud Supadio maka akan menjadi daya tarik sendiri bagi warga yang ada di kabupaten Kubu Raya maupun kota Pontianak. Sekaligus akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat sekitarnya yang mana letak monumen tersebut tepat berada di depan bandara Supadio.

“Tadinya lokasi persimpangan ini sangat kotor dan kumuh karena kalau malam tempat berjualan para pedagang makanan namun semenjak ada rencana pembuatan monumen di persimpangan ini, kondisinya berubah menjadi bersih dan asri. Terlebih lagi kalau monumen dan taman sekitarnya sudah rampung, tak khayal pasti banyak pengunjung dari luar daerah bakal singgah di tempat ini,” tambahnya.

Ditempat yang sama Kadislog Lanud Supadio Letkol Tek Rahmadi Anggoro mengatakan pesawat A-4 Skyhawk yang akan dijadikan momumen ini didatangkan langsung dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dengan menggunakan pesawat Hercules. Adapun tim yang akan merakit pesawat ini adalah dari Skatek 044 Lanud Hasanuddin dipimpin Kapten Tek Agung dan dibantu anggota dari Skadron Udara 1.

Baca juga:  Pangkosekhanudnas III Mengikuti Briefing secara Virtual

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel