Berita

Korban Bencana Alam Dievakuasi Melalui Jalur Udara

Korban Bencana Alam Dievakuasi Melalui Jalur Udara
#TNIAU 

TNI AU.  Kondisi yang dialami penduduk sebagai akibat dari terjadinya bencana alam di salah satu wilayah Kabupaten Bogor adalah terisolir karena akses jalan putus dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan darat. Satu-satunya jalur yang bisa dilalui untuk melaksanakan tindakan evakuasi adalah jalur udara. Dengan menggunakan satu helikopter Caracal dari Lanud Atang Sendjaja, para korban bencana alam dapat dievakuasi. Selasa (27/8/2019).

Nampak pesawat helikopter yang melakukan evakuasi, menurunkan para tenaga tim SAR untuk mempersiapkan dan mengangkut para korban bencana alam, selanjutnya dievakuasi dengan helikopter dari titik penjemputan untuk selanjutnya diangkut menuju ke titik aman dan diantar ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi ini disebut Pengungsian Medis Udara (PMU) yang dilaksanakan karena lokasi korban tidak bisa dijangkau oleh transportasi darat maupun laut. Proses evakuasi yang dilakukan tersebut merupakan salah satu latihan yang dilaksanakan oleh tim SAR udara Wilayah Kabupaten Bogor yang sedang mengikuti latihan di Lanud Atang Sendjaja.

Latihan PMU ini dilaksanakan pada hari kedua Latihan SAR Udara wilayah Kabupaten Bogor yang diikuti oleh sebanyak 30 orang yang berasal dari Pemda Kabupaten Bogor dari beberapa instansi, diantaranya dari BPBD, PMI, Satpol PP, Tagana, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Saka Dirgantara Kabupaten Bogor, bertempat di hanggar Skadron Udara 8 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja,

Lettu Kes dr. Yudha, Kepala Kesehatan Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, kepada awak media menjelaskan bahwa sebelum latihan dilaksanakan, para peserta latihan diberikan penjelasan tentang PMU serta peralatan apa saja yang digunakan. “Pengungsian Medik Udara (PMU) ini merupakan bagian dari tugas yang dilaksanakan oleh tim SAR untuk mengevakuasi para korban yang tertimpa bencana alam dari wilayah bencana (titik penjemputan) ke daerah yang aman untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit terdekat,” jelas Lettu Kes dr. Yudha.

Proses latihan yang dilakukan berupa cara bagaimana menaikan korban, penangan korban di pesawat dan menurunkan korban hingga dibawah ke ambulance untuk penanganan lebih lanjut. “Selama pelaksanaan latihan, semuanya dapat berjalan dengan lancar, aman dan selamat, baik pesawat dan crew, peralatan yang digunakan hingga seluruh peserta latihan,” jelas Kadisops Lanud ATS, Kolonel Pnb Kargono.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel