Berita

Kosekhanudnas II Adakan Safari Intelijen di Satrad 226 Buraen

Dibaca: 11 Oleh 01 Jun 2015Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Kosekhanudnas II selenggarakan Safari Intelijen Tahun 2015 di Kantor Satuan Radar 226 Buraen yang disampaikan oleh Staf Intelijen Kosekhanudnas II Pabanda Pammatgiat Mayor Sus Muhtar (mewakili Asisten Intelijen Kosekhanudnas II). Kolonel Pnb Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos. Dalam kegiatan tersebut di hadiri Komandan Satuan Radar 226 Buraen Letkol Lek Benny Setiyawan dan diikuti seluruh personel Satuan Radar 226 Buraen sebanyak 46 personel (9 Perwira, 37 Bintara Tamtama). 

Maksud dari kegiatan safari Intelijen tersebut adalah untuk memberikan gambaran dan informasi tentang Pelanggaran wilayah udara Kosekhanudnas II, Pengamanan Tubuh, Organisasi Radikal dan Bahaya Narkoba, dengan tujuan agar seluruh personel Satuan Radar 226 mengetahui informasi tersebut sehingga dapat menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan. 

Pelaksanaan operasi udara yang dilaksanakan oleh Kosekhanudnas II salah satunya melibatkan unsur Satuan Radar. Satuan Radar merupakan satuan terdepan sebagai mata dari Kosekhanudnas II untuk memonitor semua pergerakan pesawat yang ada di wilayah coveradnya. Sementara itu, Satuan Radar 226 Buraen adalah Satuan Radar yang berada di bawah jajaran Kosekhanudnas II yang memiliki wilayah covered diwilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya yang diharapkan mampu memonitor pergerakan pesawat asing dari wilayah selatan (Australia) yang akan melintas di wilayah udara NKRI. 

Baca juga:  9 Penerbang Muda Lanud Halim Selesai Transisi

Mengingat wilayah udara Kosekhanudnas II menjadi wilayah yang sering dilalui oleh pesawat asing baik dari wilayah utara maupun wilayah selatan maka Satuan Radar 226 Buraen di tuntut kesiapsiagaan yang tinggi,. Dengan harapan pelanggaran wilayah udara khusus di Kosekhanudnas II dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya dapat di tekan seminimal mungkin. 

Pengamanan satuan sangat diperlukan, mengingat personel yang mengawaki satuan memiliki latar belakang yang berbeda, selain itu perkembangan lingkungan yang makin komplek tentunya akan berdampak pada perilaku personel, untuk itu, dalam safari Intelijen ini diberikan beberapa contoh pelanggaran personel dan penyebab seorang prajurit melakukan pelanggaran hukum diantaranya ; Desersi, Asusila, Narkoba, Perkelahian dan lainnya. 

Dengan adanya informasi mengenai dampak dari pelanggaran hukum tersebut, diharapkan personel Satuan Radar 226 Buraen dapat menghindari tindakan yang melanggar hukum, agar tidak merugikan diri pribadi maupun Satuan. 

Organisasi Radikal yang menjadi perhatian pemerintah RI saat ini adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Saat ini Organisasi radikal tersebut telah merekrut sebagian warga Negara Indonesia untuk bergabung, untuk itu, organisasi ISIS dilarang hidup dan berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. 

Baca juga:  Indonesia Jaya Expo 2017

Sistem perekrutan dari organisasi tersebut salah satunya dengan mempengaruhi pandangan dan kenyakinan yang seolah olah berjuang dengan mengatasnamakan agama. Dan dilakukan melalui jaringan internet maupun dengan agen yang rapi dan tertutup. 

Sasaran perekrutan tidak memandang tua maupun muda, sehingga perlu adanya informasi tentang organisasi tersebut, agar personel terhindar dari perekrutan organisasi terlarang tersebut. 

Selain itu, Pemerintah Indonesia telah menyatakan perang terhadap Narkoba dan telah dilakukan upaya-upaya pemberatasan terhadap kejahatan Narkoba yang telah membawa dampak kerugian yang sangat besar baik bagi pengguna maupun orang lain. 

Dampak kerugian tersebut diantaranya ; timbulnya tindakan kriminal, kecelakaan lalu lintas, merusak tubuh dan tindakan-tindakan tercela lainnya. Sehingga pelanggar diberikan sangsi tegas dan berat baik pengguna, kurir maupun pengedar.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel