Berita

Kosekhanudnas II Laksanakan Latihan Hanudnas Kilat dan Cakra B-17 TA 2017

Dibaca: 26 Oleh 20 Mar 2017Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II sejak tanggal 6 s/d 10 Maret 2017 telah melaksanakan Latihan Kilat Bravo 2017 dan Latihan Cakra. Latihan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memberikan penyegaran kepada personel GSI Kosekhanudnas II dan jajarannya tentang prosedur penuntutan penyergapan dalam pengendalian pesawat TS, meningkatkan kemampuan personel GSI dalam mengarahkan pesawat menuju sasaran secara cepat dan tepat, melatih dan memberikan pengalaman praktis tentang operasi pertahanan udara kepada personel operasi di Makosekhanudnas II dan jajarannya.

Daerah latihan yang dipusatkan di Lanud Tarakan Kalimantan Utara, ini dibuka Pangkosekhanudnas II Makassar Marsekal Partama TNI A Joko Takarianto di Koposko TS, Lanud Tarakan. Latihan ini yang dilaksanakan Kosekhanudnas II untuk melatih atau menguji penerbang tempur strategis, ini juga bertugas CI (Controlled Interception). Selain menguji juga secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk menjamin kesiapsiagaan dalam operasi pertahanan udara di wilayah Kosekhanudnas II. Dalam operasi ini ditekankan pada kesiapan penerbangnya dalam mengantisipasi kontijensi di langit Indonesia, seperti hadirnya pesawat asing yang terpantau oleh radar masuk di wilayah udara Indonesia.

Baca juga:  PIA AG Lanud Abd Adakan Ceramah LGBT

Tidak hanya bagi penerbang, prajurit yang bertugas sebagai Controlled Interception diharapkan bisa cepat dalam memberikan informasi serta mengarahkan penerbang menuju sasaran sehingga kondisi kontijensi dapat segera diatasi.

Yang distandarkan adalah bagaimana action kita mulai dari menerima perintah sampai menuju sasaran. Begitu skema perintah handle, saat itu kita menuju pesawat kira-kira 4-5 menit. Tapi untuk force down atau yang lain sifatnya pengusiran, penghancuran, tergantung perintah Panglima.

Jika muncul hanya pesawat komersil atau pesawat sipil, kemungkinan dilakukan force down atau memaksa untuk turun ke lapangan udara TNI AU terdekat. Namun, jika muncul adalah pesawat tempur bisa jadi diusir atau dihancurkan. Namun, semua menunggu instruksi dari Panglima.

Setelah usai latihan Kilat kemudian dilanjutkan Latihan Cakra pada hari Rabu s/d Jumat dan Latihan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memberikan gambaran tentang kondisi daerah Tarakan khususnya Pangkalan TNI AU Lanud Tarakan dan sekitarnya dari aspek taktis maupun strategi yang berpengaruh terhadap cara bertindak kita maupun lawan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan kebijakan untuk mendukung kegiatan Operasi maupun Latihan TNI, khususnya operasi/latihan udara taktis maupun strategis di daerah Tarakan.

Baca juga:  TK Angkasa Lanud J.B. Soedirman Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Yasarini

Panglima Kosekhanudnas II Marsekal Pertama TNI A Joko Takarianto selaku direktur latihan di Mako Kosekhanudnas II,bahwa Latihan Hanudnas Cakra B-17 TA.2017 yang diselenggarakan di wilayah Kosekhanudnas II Makassar beserta jajarannya adalah bertujuan untuk menguji tingkat kesiagaan operasional satuan jajaran Kosekhanudnas agar memiliki kemampuan dan keterampilan yang handal dalam melaksanakan tugas operasi udara secara berhasil dan berdaya guna

dalam rangka terwujudnya kesiapsiagaan operasional satuan jajaran Kosekhanudnas yang tinggi. Yang tentunya dilakukan secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk menjamin kesiapsiagaan dalam operasi pertahanan udara di wilayah Kosekhanudnas II.

Latihan Cakra B-17 ini melibatkan Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) Kohanudnas, Kosekhanudnas II Makassar, satu flight (3) Pesawat Tempur SU- 27/30 Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Pesawat Intai Boeing 737 Skadron Udara 5 Makassar, Pesawat Hely SAR SA 330 dari Skadron Udara 8 Atang Sanjaya Bogor. Satrad 223 Balikpapan, Satrad 224 Kwandang, Satrad 225 Tarakan dan Pangkalan Udara Lanud Tarakan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel