Berita

Kosekhanudnas III Medan Tangkap Pesawat Asing Tak di Kenal

Dibaca: 6 Oleh 20 Feb 2017Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

“Siaga 1, Waspada Merah, Siap Tempur 1”, demikian instruksi Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Age Wiraksono, S.I.P., M.A., Jumat (17/2), kepada unsur Tempur Sergap (TS) Skadron Udara 16 yang siaga di Lanud Soewondo dan Satuan Radar di jajaran Kosekhanudnas III saat mengetahui adanya pelanggaran wilayah udara nasional oleh kekuatan udara negara asing.

Pusat Operasi Sektor Kosekhanudnas III sebagai Komando Pengendalian Operasi Pertahanan Udara Nasional wilayah III telah mendeteksi kegiatan penerbangan pesawat tidak dikenal yang masuk ke wilayah hukum NKRI khususnya diwilayah Kosekhanudnas III. Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, Panglima Kosekhanudnas III memerintahkan unsur Satuan Radar jajaran Kosekhanudnas III untuk melaporkan pergerakan pesawat asing tersebut dan memerintahkan unsur tempur sergap melaksanakan scramble dan penghadangan.

Setelah mendapatkan perintah dari Pangkosekhanudnas III, maka pesawat F-16 sebagai unsur tempur sergap yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap diterbangkan dari Lanud Soewondo untuk melakukan identifikasi dan penindakan terhadap pesawat tidak berijin tersebut.. Hasil identifikasi bahwa pesawat yang melanggar tersebut adalah pesawat intai sehingga dilakukan forcedown (dipaksa mendarat) ke pangkalan udara terdekat, yaitu Lanud Soewondo kemudian dilakukan interogasi terhadap crew pesawat dan pemeriksaan terhadap barang-barang dan peralatan -peralatan yang ada di pesawat. Dengan kesiapsiagaan jajaran Kosekhanudnas III dan seluruh satuan yang terlibat maka segala ancaman udara yang berdampak kepada terganggunya kedaulatan, keselamatan dan keutuhan negara akan dapat diatasi.

Baca juga:  PEMBUKAAN SOSIALISASI & SERTIFIKASI PERPRES 70 TAHUN 2012 DI LANUD SULAIMAN

Hal tersebut adalah merupakan rangkaian skenario kegiatan Latihan Cakra C-17 Tahun 2017 yang melibatkan personel Kosekhanudnas III dan Satuan Radar di jajaran Kosekhanudnas III, 5 pesawat Tempur Sergap F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin serta satu pesawat angkut Boeing 737 dari Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin sebagai Bulsi.

Latihan Pertahanan Udara (Hanud) dengan sandi “Cakra C-17” tersebut telah secara rutin dilaksanakan setiap tahun untuk uji coba sistem Hanud yang digelar di Kosekhanudnas III dan jajaran. Selain itu, latihan tersebut untuk melatih kesiapsiagaan Kosekhanudnas III dalam rangka menjaga kedaulatan negara dan penegakkan hukum di udara khususnya di wilayah tanggung jawab Kosekhanudnas III serta untuk menguji dokrin, prosedur dan sistem Hanudnas.

Hasil yang diharapkan dalam menggelar Latihan Cakra C-17 adalah agar seluruh personel Kosekhanudnas III beserta jajarannya dapat mengerti dan melaksanakan mekanisme pelaksanaan Operasi Pertahanan Udara sesuai prosedur yang berlaku. Panglima Kosekhanudnas III berharap agar setelah latihan profesionalitas anggota dapat meningkat sehingga Kosekhanudnas III sebagai Komando Pelaksana Operasi dapat melaksanakan Operasi Hanud secara terpadu di wilayah tanggung jawabnya, dalam memelihara integritas dan kedaulatan wilayah udara nasional serta menegakkan hukum di udara NKRI.

Baca juga:  Antusias Masyarakat Ikuti Vaksinasi Anak Usia 6 -11 Tahun, Lanud Raden Sadjad Lanjutkan Serbuan Vaksinasi

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel