Berita

KSAU : “Kekuatan Angkatan Udara Dapat Menjadi ”Bargaining Power””

Dibaca: 4 Oleh 17 Mei 2013Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu komponen kekuatan yang dapat menjadi “Bargaining Power” dalam upaya menyelesaikan konflik antar negara agar dapat melaksanakan tugas sebagaimana tertulis dalam UU RI nomor : 34 tahun 2004 tentang TNI,maka kebijakan yang ditempuh TNI Angkatan Udara yakni “Minimum Essensial Force” yang merupakan jawaban tepat untuk dilaksanakan. Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (Ksau) Marsekal TNI I.B. Putu Dunia dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Tabri Santoso, S.IP pada Upacara 17-an bulan Mei di AAU, Jum’at (17/5).

Lebih lanjut Ksau juga menyampaikan bahwa diharapkan melalui pelaksanaan Renstra 5 tahunan, pertumbuhan dan perkembangan TNI Angkatan Udara ke depan mampu mewujudkan kekuatan tersebut.

“Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara akan semakin berat, kemajuan teknologi semakin pesat, peran kekuatan udara dalam perang modern semakin diperlukan. Meskipun bagi bangsa indonesia, perang merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh, namun menyiapkan diri untuk siap perang, adalah langkah yang cerdas untuk menjamin situasi damai. Oleh karena itu, dengan keterbatasan anggaran, hendaknya kita tidak boleh berhenti berfikir dan berbuat”, jelas Ksau.

Baca juga:  Ziarah Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke- 65 Bakorda Bandung

Terkait dengan pelaksanaan Latihan Gabungan TNI tahun 2013, Ksau juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan semangat yang telah diberikan oleh seluruh personel TNI AU yang terlibat dalam kegiatan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kemudian menyikapi perkembangan situasi dan kondisi yang mengakibatkan adanya bentrokan dan perkelahian baik anggota TNI dengan Polri maupun dengan masyarakat yang mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka, Ksau juga menekankan kepada para Komandan Satuan agar senantiasa memonitor dan melakukan pengawasan melekat kepada seluruh anggotanya dan memberikan santiaji tentang pentingnya soliditas sesama anggota TNI, dampak negatif kebanggaan korps yang berlebihan serta upaya pengendalian emosi diri dari setiap permasalahan yang dihadapi.

Pelaksanaan Upacara Bendera 17-an di Lapangan Dirgantara AAU ini diikuti seluruh Personel AAU baik Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS AAU. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Mayor Sus Agus Rahmanto untuk Pembaca UUD tahun 1945 adalah Serka Warijo, Pengucap Saptamarga adalah Serda Rohmat sedangkan untuk Pembaca Panca Prasetya Korpri adalah Pns Tukiran.

Baca juga:  Pangkat Baru Menjadi Pendorong Semangat

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel