Berita

Kunjungan Ksau di Sumba Barat Daya, NTT

Dibaca: 18 Oleh 23 Mei 2010Tidak ada komentar
Kunjungan Ksau di Sumba Barat Daya, NTT
#TNIAU 

R a t o L e r e

 Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat dinobatkan sebagai Panglima Perang Adat masyarakat Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur di VIP Room Bandara Tambolaka. Penobatan Kasau sebagai panglima perang yang sekaligus sebagai tetua masyarakat Sumba Barat Daya dilakukan oleh ketua adat masyarakat setempat, Senin (17/5). Sebagai panglima perang Kasau mendapat gelar Rato Lere dimana secara filosofis Rato berarti raja dan Lere berarti terbang sehingga bagi masyarakat Sumba Rato Lere mengandung makna raja masyarakat Sumba Barat Daya yang bisa terbang. Penobatan Rato Lere dilaksanakan sebagai wujud penghormatan dan kebanggaan masyarakat Sumba Barat Daya terhadap Kasau yang melaksanakan kunjungan kerja di daerah yang masih berada didalam wilayah tanggung jawab Lanud El Tari.

 

Kasau beserta ibu dan rombongan mendarat di Tambolaka pukul 09.03 WITA dengan menggunakan pesawat A-1341 disambut oleh Komandan Lanud El Tari Letkol Pnb Joko Sugeng Sriyanto beserta Ny. Dian Joko Sugeng, Bupati Sumba Barat Daya dr. Cornelius Kodi beserta istri, Wakil Bupati, Ketua DPRD beserta istri, para muspida, unsur SKPD, dan tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat. Kedatangan Kasau dalam rangka kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur tersebut disambut dengan gembira oleh pemerintah daerah dan masyarakat Sumba Barat Daya. Pada kesempatan tersebut Kasau mendapatkan penjelasan mengenai tata letak dan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Pos Angkatan Udara serta Satuan Radar baru di wilayah tersebut.

Baca juga:  Jalan Santai Dalam Rangka Hari Bakti TNI AU di Lanud El Tari

 

Selanjutnya Kasau meninjau secara langsung lokasi Pos Angkatan Udara yang telah dipersiapkan oleh pemerintah daerah seluas kurang lebih 10 ha. Dilokasi peninjauan Kasau berpendapat bahwa lokasi ini sangat ideal dalam mendukung operasi udara. Lebih lanjut dalam sambutannya Kasau menyatakan bahwa TNI Angkatan Udara pada masa mendatang akan merealisasikan pembangunan satuan radar diwilayah Sumba Barat Daya. Sementara itu pemerintah daerah setempat siap mendukung menyediakann lahan dan pembangunan sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan.

 

Secara teknis Bandara Tambolaka yang empat tahun lalu pernah didarati oleh pesawat Adam Air jenis Boeing 737 yang melakukan emergency landing memiliki panjang landasan 2200m (termasuk RESA) dengan lebar 30m. Dalam waktu dekat landasan akan diperpanjang menjadi 2500m dan diperlebar menjadi 45m serta dipertebal 5cm. Program pengembangan bandara Tambolaka oleh Pemda setempat direncanakan untuk mendukung kegiatan penerbangan bagi semua jenis pesawat termasuk pesawat TNI AU. Letak dan kondisi bandara Tambolaka saat ini menjadikannya sebagai Bare Base yang sangat potensial dan strategis dalam mendukung operasi udara diwilayah Indonesia Timur khususnya Nusa Tenggara Timur.

Baca juga:  Pangkosek Hanudnas II Buka Puasa Bersama di Kosek Hanudnas II

 

Pukul 10.54 waktu setempat, setelah menikmati jamuan makan pagi yang telah disiapkan. Rato Lere beserta rombongan bertolak meninggalkan Tambolaka untuk melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah lain. Kunjungan Rato Lere yang sangat singkat meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Sumba Barat Daya yang pada dasarnya memiliki semangat gotong royong sangat tinggi dalam mendukung dan mensukseskan pembangunan termasuk pembangunan kekuatan pertahanan matra udara.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel