Berita

KUNTA WIJAYADANU

Dibaca: 4923 Oleh 09 Nov 2010Tidak ada komentar
KUNTA WIJAYADANU
#TNIAU 

Dalam sepenggal kisah pewayangan tentang perang Bharata Yudha, tersebutlah peperangan antara senopati Pandawa Gatotkaca melawan senopati Kurawa Karna. Dengan menggunakan senjata Kunta Wijayadanu, maka Karna dapat menghancurkan kedigjayaan Gatotkaca. 

Gatotkaca disatu sisi, disebutkan sebagai seorang kesatria sakti dengan kemampuan terbang dan melaksanakan serangan melalui media udara. Dengan demikian maka Gatotkaca dapat mempresentasiakan kekuatan udara satu negara yang canggih dan mampu melaksanakan penghancuran melalui media udara terhadap sasaran yang telah ditentukan.

Sementara itu Karna disisi lain, disebutkan sebagai kesatria sakti dan memiliki senjata Kunta, sebagai satu-satunya senjata canggih yang mampu mengalahkan Gatotkaca. Disamping itu, Karna juga perlambangkan seorang kesatria profesional, karena walaupun dia memiliki darah keturunan Pandawa, namun karena dipelihara, dibesarkan, dididik dan dijadikan senopati oleh Kurawa, maka dia melaksanakan tugas dengan baik, termasuk harus menghancurkan keponakannya sendiri yaitu Gatotkaca.

Dengan memaknai penggalan cerita parang Bharata Yudha diatas, dan dikaitkan dengan Tugas Pokok Kosekhanudnas IV yaitu menyelenggarakan dan mengendalikan Operasi Pertahanan Udara di wilayah tanggung jawabnya, maka kelengkapan dan kecanggihan alutsista Hanud serta pengawakan organisasi oleh prajurit profesional merupakan tuntutan mendasar dan perlu mendapat perhatian semua pihak. Guna memaknai filosofi cerita tentang kekuatan, kemampuan dan profesionalisme serta untuk memacu semangat dan jiwa pengabdian personel Kosekhanudnas IV, maka di bangunlah monumen senjata Hanud KUNTA WIJAYADANU di depan Mosek Hunadnas IV, Biak dan diresmikan pada tanggal 9 Nopember 2010 oleh Pangkosekhanudnas IV Marsma TNI Ida Bagus Putu Dunia.

Baca juga:  Asops Kasau serahkan 4 Unit Mesin Potong Rumput

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel