Berita

Kursus lambangja : Faktor manusia menempati peringkat pertama penyebab kecelakaan

Dibaca: 74 Oleh 30 Jan 2019Tidak ada komentar
Kursus lambangja : Faktor manusia menempati peringkat pertama penyebab kecelakaan
#TNIAU 

TNI AU.  Ketidakdisiplinan merupakan awal rusaknya tatanan, aturan dan sistem TNI Angkatan Udara butuh kedisiplinan untuk mewujudkan zero accident. TNI Angkatan Udara juga butuh prajurit yang disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajiban agar seluruh mekanisme yang ada bisa berjalan dengan normal, demikian dikatakan Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., pada pembukaan kursus keselamatan terbang dan kerja (Lambangja) di ruang Teddy Kustari, Rabu (30/1).

Diawal sambutannya Komandan Lanud Iswahjudi mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan inisiatifnya kepada kasilambangja Lanud Iswahjui, yang menggelar kursus keselamatan terbang dan kerja tahun 2019. “Kursus ini dapat menyegarkan dan mengingatkan kembali kepada kita semua, betapa pentingnya safety, baik yang dilakukan secara perorangan, tim maupun kedinasan yang muaranya mengarah kepada tercapainya optimalisasi dan kemampuan operasi TNI AU,” harap Marsma TNI Iko.

Dalam sambutannya juga dikatakan bahwa, penyelidikan terhadap berbagai kecelakaan kerja dan penerbangan, factor manusia menempati peringkat pertama sebagai penyebab utama kecelakaan. “Hal lain yang patut dicermati dari setiap accident, selalu ditemukan adanya pelanggaran (violation), kegagalan (error), dan kondisi yang tidak standar (substandard condition), baik yang sengaja maupun tidak sengaja dilakukan mulai dari pengambil keputusan, perencana operasi, pelaku (crew) maupun pendukung operasi yang turut memberi kontribusi terjadinya kecelakaan,” jalas Danlanud Iswahjudi.

Baca juga:  Lanud Adi Soemarmo Adakan Latihan SAR Gabungan

Menurutnya, keselamatan terbang dan kerja mengacu pada konsep bahwa suatu accident dapat dicegah dengan cara menghilangkan faktor penyebab tersebut melalui pendeteksian dan pengendalian terhadap potensi bahaya, oleh karenanya kursus yang akan dilaksanakan bertujuan untuk meminimalisir terjadi potensial incident, incident, serious incident dan bahkan accident di Lanud Iswahjudi sehingga zero accident dapat dicapai.

Pembukaan kursus keselamatan terbang dan kerja ditandai dengan penyematan pita tanda kursus dan dihadiri segenap pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub. Kursus Lambangja diikuti oleh 32 orang terdiri (Perwira, Bintara dan Tamtama) dari satuan kerja di Lanud Iswahjudi dan Insub, kursus dilaksanakan selama tiga hari (30-1 Pebruari 2019), dan akan mendapatkan sertifikat.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel