Berita

LABFIAU PEROLEH SERTIFIKAT CPOB 2007

Dibaca: 57 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Lembaga Farmasi Angkatan Udara Peroleh Sertifikat CPOB 2007

 

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno hari ini meresmikan pemberian nama “Drs. Roostyan Effendie, Apt” nama dari Lembaga Farmasi Angkatan Udara (Lafiau) dan menetapkan 16 Agustus 1965 sebagai Hari Jadi, di Lafiau “Drs. Roostyan Effendie, Apt”, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/11).

 

Di tengah kebahagian keluarga Lafiau dengan pemberian nama kepada lembaganya, oleh Kasau, saat ini pula Angkatan Udara ikut bangga dan berbahagia, karena waktu yang hampir bersamaan seusai peresmian, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia menganugerahkan sertifikat yang bertaraf standar internasional yaitu Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada Lafiau.

 

CPOB yang langsung diberikan oleh Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI dr. Husnia Rubiyana Thamrin kepada Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Herman Prayitno itu atas prestasi Lafiau dalam memenuhi standar yang ada. Dengan pemberian CPOB itu, dibuktikan dengan telah selesainya pembangunan fasilitas produksi sefaloporin berikut sarana penunjangnya untuk kategori pembuatan Tablet, Kapsul, dan Sirup Kering.

Baca juga:  Wisuda Purna Tugas Prajurit Batalyon Komando 469 Paskhas

 

Kabadan POM RI mengatakan, bahwa badan POM merupakan satu-satunya badan pengawas di Indonesia yang bertugas untuk menjamin bahwa obat dan produk lain yang ada dipasaran terjamin aman, effektif, dan bermutu. Mengingat faktor keamanan sangat terkait dengan substansi obat itu sendiri, namun untuk mutu sangat terkait dengan cara pembuatan obat yang baik. Jadi suatu obat-obatan itu dapat dikatakan bermutu jika memenuhi cara pembuatan obat yang baik, sementara cara pembuatan obat yang baik itu suatu standar yang sangat dinamis dengan menganut standar terkini di dunia Current GMP (Good Manufacturing Practices).

 

Lebih lanjut Kabadan POM RI juga mengatakan bahwa secara institusi dan pribadi mengucapkan terima kasih atas pemenuhan standar, karena standar yang telah dipersyaratkan tidaklah sesederhana yang dapat kita bayangkan, namun cukup berat dan detail sekali sehingga kalau Lafiau sampai dapat memenuhi persyaratan yang ada seperti yang dimiliki para industri-industri dari luar PMA maupun dalam negeri, itu sangat saya hargai dan berarti obat yang diproduksi setelah dikeluarkannya sertifikat CPOB ini, sama mutunya dengan obat-obatan yang berada dipasaran di dunia, tegasnya.

Baca juga:  Jalin Keakraban, Yasarini Cabang Lanud Adisutjipto Gelar Silaturahmi Dengan Guru Dan Karyawan Sekolah Angkasa.

 

Dengan kepeloporan Lafiau memenuhi standar CPOB itu sama halya untuk mengajak para produsen obat-obatan dan makanan yang ada di Indonesia untuk memproduksi makanan yang berkualitas dan bermutu.

 

Terlebih lagi bahwa Indonesia sudah sepakat dengan negara-negara ASEAN, pada 1 Januari 2008 nanti akan melaksanakan harmonisasi dibidang cara pembuatan obat yang baik dengan standar dunia.

 

Menurut Kabadan POM RI, meskipun produk Lafiau masih digunakan dalam taraf internal, namun Angkatan Udara telah berupaya agar mutunya sama dengan obat-obat dan makanan yang diproduksi oleh para produsen di dalam maupun di dunia, harapan kedepan Lafiau lebih berkembang dan bermutu, kalau tidak ada hal-hal yang menghalangi akan sama sebesar produsen industri farmasi lainnya. Sukses Lafiau.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel