Berita

Lanud Abd Saleh Didik Penerbang Muda Siapkan Ujung Tombak Nasional

Dibaca: 76 Oleh 19 Okt 2017Tidak ada komentar
Lanud Abd Saleh Didik Penerbang Muda Siapkan Ujung Tombak Nasional
#TNIAU 

TNI AU.   Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Julexi Tambayong membuka pendidikan transisi penerbang C-212, transisi IX penerbang pesawat EMB-314 Super Tucano dan transisi penerbang C-130 Hercules tahun 2017.Upacara yang dilaksanakan di hanggar diikuti perwira bintara dan tamtama, di pimpin oleh Komandan lanud Abd saleh sebagai Irup. Turut hadir pada acara tersebut seluruh pejabat Lanud Abd Saleh, para instruktur, teknisi, bintara dan tamtama dari Skadron Udara 4, 21 dan 32. Dalam sambutannya Komandan Lanud Abd menjelaskan, pendidikan Transisi ini, merupakan Upaya TNI AU yang tidak pernah berhenti dalam jajaran TNI AU dalam menyiapkan penerbang muda. Pendidikan transisi ini Memiliki arti yang sangat strategis. Karena nantinya seorang penerbang akan menjadi ujung tombak TNI AU.

Pada hakekatnya merupakan investasi sumber daya manusia yang diproyeksikan ke masa depan terhadap pesawat C-212, EMB- 314 Super Tucano dan C-130 Hercules. Oleh karena itu, dengan melalui pendidikan ini para Penerbang tersebut diatas akan dididik untuk dipersiapkan dalam proses pengembangan SDM khususnya penerbang pesawat angkut maupun pesawat tempur yang handal dan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mengoperasikan pesawat di masa mendatang.

Baca juga:  Pangkoopsau I Terjun Langsung Berikan Pengarahan Tentang Lambangja

Pendidikan transisi penerbang yang akan dilaksanakan diikuti perwira penerbang melaksanakan transisi pesawat CN 212 di Skadron Udara 4, transisi EMB-314 Super Tucano di Skadron Udara 21 dan transisi C-130 Hercules di Skadron Udara 32. Selama melaksanakan latihan transisi akan diberikan materi bina kelas dan bina terbang oleh para instruktur. “Untuk bina kelas meliputi airwork, pattern, instrument, dropping, formasi dan low level serta navigasi” ujarnya

Pendidikan Transisi, bertujuan untuk kaderisasi para Penerbang dengan sasaran agar dapat dicapai tingkat kualifikasi Penerbang sesuai pesawat yang telah dilatihkannya. Komandan menekankan factor lambangja tetap menjadi prioritas utama dan para Penerbang agar dapat menghindari kesalahan sekecil apapun, dan dapat melaksanakan tugasnya sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Pendidikan transisi ini diikuti 6 penerbang terdiri dari 2 penerbang skadron 4, (Letda Pnb Yanwar dan letda Pnb Adam) satu penerbang dari Skadron 21(Letda Pnb IrfanK) dan 3 penerbang dari Skadron 32 (letda Pnb Aditya N, Letda Teguh Cahyono, Letda Pnb Matius Bayu leksono). Menurut rencana jam terbang yang akan dicapai untuk Pesawat angkut 30 jam terbang dan 50 jam terbang. Sedangkan utnuk Tucano mencapai 100 jam terbang. Sedang bina kelas 120-150 jam terbang.

Baca juga:  Danwingdiktekkal Ziarah ke TMP Peringati Hari Pahlawan

Pada upacara hari ini ditandai dengan penyematan badge satuan sebagai tanda kualifikasi penerbang. Upacara diakhiri dengan ucapan selamat dari seluruh pejabat dan para instruktur.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel