Berita

Lanud Adisutjipto Ingatkan Masyarakat tentang Bahaya Penerbangan Balon Udara

Lanud Adisutjipto Ingatkan Masyarakat Tentang Bahaya Penerbangan Balon Udara
#TNIAU 

TNI AU. Pen Adi.         Kepala dinas Operasi Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Feri Yunaldi beserta Distrik Manager Air Nav Bandara Adisutjipto Bapak Nono Sunaryadi dan Dansatpom Lanud Adisutjipto Letkol Pom Rudi melaksanakan jumpa pers, kepada awak media di Yogyakarta terkait dengan jatuhnya balon udara tanpa awak disekitar Pangkalan TNI AU Adisutjipto yang dapat membahayakan terhadap dunia penerbangan, yang digelar di Media Center Pentak Lanud Adisutjipto, Senin (17/6).

Distrik Manager Air Nav Bandara Adisutjipto Bapak Nono Sunaryadi  mengatakan berdasarkan Peraturan Kementerian Perhubungan ketentuan penggunaan balon udara dalam kegiatan budaya masyarakat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018. Aturan ini merupakan turunan dari regulasi yang lebih umum tentang balon udara dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Berdasarkan Permenhub 40/2018, balon udara wajib ditambatkan. Selain itu, balon udara harus memakai warna yang mencolok dan memiliki batasan ukuran berupa diameter maksimal 4 meter dan tinggi maksimum 7 meter dalam kondisi sudah terisi penuh oleh udara. Balon udara juga wajib memiliki dimensi maksimum yang setara dengan 4x4x7 meter untuk balon dengan bentuk tidak bulat sempurna. Sementara untuk balon yang lebih kecil dan berjumlah lebih dari 1, ketika disatukan harus memiliki dimensi yang sama seperti yang disebutkan sebelumnya.

Mengenai tempat penggunaan balon udara, harus berada di luar kawasan keselamatan operasi penerbangan, dengan jarak di luar radius 15 kilometer dari sebuah bandara atau tempat pendaratan helikopter. Selain itu, ketinggian balon udara saat diterbangkan maksimal 150 meter dari permukaan tanah, dengan jarak pandang di darat lebih dari 5 kilometer. Balon udara boleh diterbangkan sesuai dengan ketentuan apabila sudah mendapat izin dari TNI, Otoritas Bandar Udara Wilayah tempat akan diterbangkan balon, dan oleh AirNav Indonesia.

Kadisops Lanud Adisutjipto juga menyampaikan balon udara terpantau  terbang di wilayah lanud pada Minggu (16/6), sekitar pukul 10.42 WIB. Personel TNI AU yang mengetahuinya langsung mengecek keberadaan balon dan akhirnya ditemukan dalam posisi menyangkut di ranting pohon area lapangan golf Lanud Adisutjipto. Ukuran balon diameter 2 meter, panjang 3,5 meter, bahan terbuat dari plastic dan berwarna lorek hijau putih.

“Informasi dari saksi, balon terbang dari arah utara. Kemudian ada laporan dari tower, ditindaklanjuti oleh personel di lapangan,

Pada waktu yang hampir bersamaan, petugas ATC Adisutjipto juga melaporkan sebuah balon udara terbang liar di utara kompleks Lanud Adisutjipto. Balon tersebut akhirnya menyangkut di tiang listrik depan pos satpam Hotel Grand Quality. Balon berukuran diameter 2 meter, panjang 3,5 meter, berbahan plastik dan berwarna hitam.

“Terkait temuan balon kami cukup prihatin Kita tahu penerbangan balon udara liar membahayakan keselamatan penerbangan, karena bisa menutupi kokpit pesawat, bisa masuk mesin pesawat yang menyebabkan mesin mati secara mendadak. Kami dari Lanud Adisutjipto tidak henti-hentinya memberi sosialisasi. Bahkan dari AirNav sudah mengakomodir kegiatan berupa festival balon udara di Wonosobo, agar tidak ada lagi balon udara liar,” pungkasnya.

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel