Berita

LANUD HND GELAR LATIHAN PENANGGULANGAN TERORIS

Dibaca: 14 Oleh 20 Mei 2010Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Kamis (31/12) menggelar latihan pencegahan dan penanggulangan  teroris di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, yang melibatkan 165 personel terdiri dari unsur pimpinan, unsur staf, pendukung, pasukan hanlan (Pertahanan Pangkalan), Pomau, Batalyon 466 Paskhas, Security Bandara, Rumah sakit, Crash Team, VCP, Tower, Penerangan dan unsur Helly serta unsur pengamanan terkait.

Latihan yang berlangsung sehari tersebut menurut Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Ida Bagus Putu Dunia, yang bertindak sebagai pimpinan umum latihan, dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan personel terkait,  meningkatkan hubungan kerjasama dalam satu kesatuan  komando serta menguji kemampuan tehnis dan taktis satuan dijajaran, dalam rangka menjaga kesiapsiagaan satuan dalam operasi penanggulangan teroris.

Selain itu, latihan ini juga untuk memberikan pengalaman taktis perorangan dan atau satuan dalam merencanakan dan melaksanakan operasi penganggulangan teroris guna menghadapi situasi yang kemungkinan terjadi di wilayah Lanud Sultan Hasanuddin, sehingga pada saat diperlukan senantiasa siap melaksanakan operasi yang sebenarnya.

Menurut Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Andi Heru Wahyudi selaku koordinator latihan mengatakan bahwa dalam latihan ini disusun dalam beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengakhiran yang melibatkan seluruh satuan terkait.

Baca juga:  SAKA DIRGANTARA "MENGGALANG KEKUATAN CADANGAN"

Sedangkan skenario latihan adalah diawali dengan adanya laporan intelijen Lanud Sultan Hasanuddin,     ( dimana  seorang   petugas  yang   sedang siaga menerima berita klasifikasi A 1 ) tentang adanya rencana aksi teroris di Bandara Sultan Hasanuddin. Laporan tersebut, disampaikan kepada Komandan Lanud Sultan Hasanuddin dan dilaporkan kepada Pangkoopsau II.

Selanjutnya Pangkoopsau II memerintahkan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin   untuk menggelar operasi  penyergapan  dan penanggulanan teroris, bekerjasama dengan seluruh instansi terkait. Komandan Lanud Sultan Hasanuddin segera mempersiapkan dan menggelar pasukan pengamanan Lanud yang sudah terlatih untuk bergerak kesasaran yang terdiri dari pasukan Hanlan, Pomau dan Paskhas untuk selanjutnya berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Sedangkan pasukan Gultor inti berada di pesawat helly, guna selanjutnya  bergerak menuju sasaran dan melaksanakan fastrope di sasaran.   Kontak senjata dengan kelompok teroris di parkiran Bandara tak dapat dihindari yang menimbulkan korban, Akhirnya situasi dapat dikuasai, pesawat Helly dan ambulans melaksanakan evakuasi korban, Satuan Pom dengan cepat melaksanakan pengamanan area.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel