Berita

Lanud Hnd Tanggap Bencana Gempa Palu Donggala

Dibaca: 110 Oleh 15 Okt 2018Tidak ada komentar
Lanud Hnd Tanggap Bencana Gempa Palu Donggala
#TNIAU 

TNI AU. Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pukul 18.02 Wita diguncang gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter (SR). Gempa yang disusul tsunami meluluhlantahkan sebagian besar kota Palu, Donggala, Mamuju dan Sigi. Ratusan rumah rusak dan ribuan penduduk dinyatakan tewas dan kehilangan tempat tinggal sehingga membutuhkan bantuan.

Dalam penanggulangan bencana Palu dan Donggala, Lanud Sultan Hasanuddin segera menyiagakan pesawat yang ada di wilayah Lanud Sultan Hasanuddin diantaranya pesawat Boeing 737-200 Intai Strategis dan pesawat CN-235 MPA dari Skadron Udara 5 dan pesawat Helikopter Super Puma standby SAR dari Skadron Udara 6, Lanud Atang Sanjaya untuk diberangkatkan secepatnya.

Setelah melaksanakan briefing dan koordinasi untuk penanggulangan bencana, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto, S.E., Sabtu (29/9/2018) pukul 06.02 Wita memerintahkan pesawat Boeing 737-200 Intai Strategis dengan tail number AI-7303 yang dilengkapi dengan Camera MX-20 True HD dengan kemampuan EOW (Electric Optic Wide), EON (Electric Optic Narrow), IR (Infra red), LRF (Laser range Finder), serta Laser Illuminator segera diterbangkan untuk mengambil foto kondisi area sekitar kota Palu dan Donggala pasca terjadinya gempa.

Misi penerbangan AI-7303 yang dipimpin Kapten Pnb Lucky Chandra berhasil mendokumentasikan kondisi kota Palu, Donggala, Mamuju dan Sigi pasca gempa bumi dan tsunami, dengan baik dan hasil foto menjadi bahan acuan pimpinan TNI AU untuk mengambil langkah penanggulangan bencana selanjutnya.

Selanjutnya pada pukul 06.27 Wita diperintahkan pesawat Helikopter Super Puma standby SAR dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sanjaya dengan tail number H-3216 yang diterbangkan Kapten Pnb Endrik untuk segera terbang menuju Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Helikopter tersebut membawa tim PLLU (Pemandu Lalu Lintas Udara), Meteo, Paskhas, Polisi Militer dan Airnav yang dipimpin Letkol Pas Baharuddin sebagai tim aju guna membuka jalan bagi lalu lintas udara baik kondisi runway maupun control bandara di Palu.

Dari hasil foto kondisi Palu dari pesawat Boeing AI-7303 dan informasi dari tim aju, pada pukul 11.00 Wita diperintahkan satu pesawat CN-235 MPA Skadron Udara 5 dengan tail number AI-2318 segera diberangkatkan untuk melaksanakan test landing di Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Misi test landing yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 5 Letkol Pnb Hilman L.P. Ambarita berhasil dan terlaksana dengan aman guna memastikan pesawat TNI AU lainnya, yang akan membawa bantuan sosial dapat mendarat di bandara Palu dengan aman.

Dari hasil laporan foto udara kondisi Palu dan Donggala serta hasil test landing dengan pesawat CN-235 MPA, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE., M.M. untuk membentuk Komando Tugas Udara Gabungan (Kogasudgab) dibawah kendali Pangkoopsau I guna menciptakan “Jembatan Udara” menuju Palu dengan mengerahkan seluruh alutsista TNI AU.

Setelah dibentuknya Kogasudgab, beberapa pesawat herkules C-130 dan pesawat CN C-295 baik dari Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta maupun Lanud Abdurrahman Saleh Malang diperintahkan terbang untuk mendukung bantuan sosial ke Palu.

Selain itu juga ditunjuk beberapa Lanud menjadi pangkalan aju untuk mendukung bantuan sosial penanggulangan gempa bumi Palu-Donggala termasuk Lanud Sultan Hasanuddin, telah mendukung pendistribusian/pengiriman logistik maupun mengangkut prajurit TNI, tim medis, relawan, basarnas, PLN, Telkom untuk membantu evakuasi dan recovery kota Palu dan Donggala.

Lanud Sultan Hasanuddin menerima bantuan logistik untuk bencana Palu (hingga hari Minggu, 14 Oktober 2018) sebanyak 341.670 kg, dan telah diterbangkan semua ke Bandara Udara Mutiara Sis Al Jufri dengan menggunakan pesawat herkules C-130 maupun CN C-295. Selain itu juga, mengangkut prajurit TNI, tim medis, relawan, basarnas, PLN, Telkom, Airnav ke Palu sebanyak 4.834 orang.

Selain mendukung pergeseran pasukan, tim medis dan relawan maupun bantuan logistik, pesawat herkules maupun CN juga mengevakuasi warga Palu untuk mengungsi keluar kota Palu menuju Lanud Sutan Hasanuddin, Makassar, Lanud Domber, Balikpapan, Lanud Haluoleo, Kendari, Lanud Sam Ratulangi, Manado. Adapun warga Palu yang mengungsi ke Makassar sampai saat ini sebanyak 15.605 orang dan untuk pengungsi yang cidera maupun sakit dirujuk ke rumah sakit yang ada di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam pelaksanaan bantuan kemanusiaan bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala seluruh personil TNI AU bekerjasama

a dengan aparat lain guna meringankan beban pengungsi dan penduduk di Palu dan Donggala.

Baca juga:  Enam Sejursarta Resmi Dibuka

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel