Berita

Lanud Iswahjudi Laksanakan Latihan Survival Dasar

Dibaca: 6 Oleh 19 Mar 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Latihan Survival dasar yang senantiasa dilaksanakan oleh Lanud Iswahjudi merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme serta untuk membentuk karakter awak pesawat agar menjadi prajurit-prajurit yang tangguh dan pantang menyerah. Demikian Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T., M.D.S. dalam sambutannya saat membuka latihan dasar Survival awak pesawat Lanud Iswahjudi Tahun Anggaran 2015, Magetan, Jawa Timur, Rabu (18/3/15).

Latihan Survival dasar selama tiga hari yang diikuti oleh 30 orang awak pesawat tempur terdiri atas penerbang dan perwira teknisi masing-masing dari Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 15.

Lebih lanjut, Komandan Lanud Iswahjudi mengatakan, kita senantiasa dituntut untuk selalu memelihara dan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta profesionalisme. Tuntutan ini hanya mungkin terpenuhi apabila kita terus berlatih dan diuji dalam berbagai tugas, karena tidak ada jalan pintas untuk mencapai tingkat profesional, melainkan melalui berbagai latihan dan penugasan.

Usai mengikuti latihan diharapkan para awak pesawat ini akan menjadi pribadi-pribadi yang survive dalam menghadapi setiap situasi dan kondisi. Muaranya adalah untuk membentuk karakter para awak pesawat sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan pantang menyerah.

Baca juga:  Danlanud Husein Sastranegara bersama Gubernur Jabar Tinjau Pangandaran

“Watak pantang menyerah harus tertanam pada diri setiap insan Angkatan Udara terlebih lagi kepada para awak pesawatnya. Untuk membentuk watak tersebut diperlukan berbagai latihan dan salah satunya adalah latihan Survival ini”, tegas Danlanud Iswahjudi.

Selanjutnya latihan yang dilaksanakan dalam dua tahap itu meliputi pelajaran teori di ruang briefing Teddy Kustari Base Ops dan praktek lapangan selama dua hari yang dimulai dengan survive di air dan di darat dengan lokasi Telaga Sarangan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel