Berita

Lanud Iswahjudi Peringati Maulid Nabi, KH Imam Mubashir, M.Pdi Ajak Hidup Harus “Seleh” dan “Sumeleh”

maulid
#TNIAU #TNI-AU

TNI AU. Rabu (21/11). Warga Lanud Iswahjudi mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah / Tahun 2018 Masehi di Masjid Al Ukhuwwah Lanud Iswahjudi Rabu ( 21/11). Hadir pada peringatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, SE.M.M, Dandepohar 60 Kolonel Tek Wahyu Laksito, kepala Dinas Logistik Kol Tek Royke C. Manusiwa, SE. Para Komandan Satuan, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 2 / D. II Lanud Iswahjudi Ny Yanti Ikoputra dan pengurus..

Dalam sambutannya Danlanud Iswahjudi mengajak yang hadir dalam peringatan tersebut, untuk menjadikan hikmah maulid Nabi Muhammad SAW menjadi energi positif serta landasan motivasi, untuk menebar kesholehan baik dalam kehidupan keluarga masyarakat maupun berbangsa.

Adapun tema yang diusung pada peringatan Maulid Nabi kali ini Adalah “jadikan hikmah maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H/2018 M. sebagai suri tauladan bagi prajurit dan PNS TNI yang berjiwa kesatria, militan, loyal, profesional, modern dan manunggal dengan rakyat”.
.
Beliau juga menambahkan meneladani sikap Rasulullah SAW akan semakin memantapkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, karena Allah SWT yang menjaga, melindungi dan memelihara kita, ujar Danlanud.

Diakhir sambutannya Danlanud mengajak yang hadir, agar momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi bentuk sikap batin kita, untuk memaknai dan melakukan instropeksi. Mengukur sejauh mana kita sebagai prajurit sapta marga telah berbuat baik dan sekaligus untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, guna pemanfaatan dan kemaslahatan bangsa dan negara.

Sedangkan Ustadz KH Imam Mubashir, M.Pdi dalam ceramahnya mengatakan Kelahiran Nabi Muhammad SAW bagi umat manusia, merupakan berita baik dan sekaligus peringatan. Kabar baik tentunya bagi mereka yang mendapat hidayah dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan bagi mereka yang tidak mendapat hidayah kelahiran Muhammad SAW bukan menjadi apa apa. Ustadz mengatakan dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW yang terlahir dalam kondisi sederhana, mengambarkan kehidupan hanya bagian dari pengabdian kepada Alah SWT, hidup harus “Seleh” dan “Sumeleh”. Seleh dalam Bahasa jawa tinggalkan yang jelek guna menuju keharibaan Allah SWT, sedangkan sumeleh diartikan menerima kodrati yang telah digariskan oleh sang Khaliq. Kalau manusia dapat menjalankan kedua duanya insyallah surga akan menjadi jaminannya. Jelasnya.

Leave a Reply