Berita

LANUD NGURAH RAI GELAR APEL KHUSUS TAHUN 2018  

Dibaca: 70 Oleh 02 Jan 2018Tidak ada komentar
LANUD NGURAH RAI GELAR APEL KHUSUS TAHUN 2018  
#TNIAU 
TNI AU. Pada tahun 2017, hasil kerja keras dan tentunya berkat Ridho Allah Yang Maha Kuasa, sehingga kita dapat mewujudkan “Zero Accident”, walaupun terdapat 3insident, namun dengan profesionalisme yang baik disertai tekad dan keberanian personil yang mengawaki, serta lindungan Allah SWT peristiwa tersebut dapat terhindarkan dari kerugian yang lebih besar, ujar Kasau, ungkap Kepala Staf angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Komandan Lanud Ngurah Rai saat memimpin  apel khusus tahun 2018 , dilapangan apel Mako Lanud Ngurah Rai, Selasa(2/1).
TNI Angkatan Udara juga turut mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan keberhasilan para prajurit Angkatan Udara dalam kejuaraan olah raga dari berbagai event internasional.  Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada negara yang tentunya diharapkan membawa kebanggaan tersendiri bagi bangsa, ujarKasau.
Lebih lanjut Kasau mengatakan untuk menyikapi tahun 2018, personel TNI AU harus jeli dalam membaca setiap situasi yang ada, agar mampu berfikir cepat dalam memutuskan dan mampu bertindak secara bijaksana. Untuk menyikapi hal tersebut ada beberapa perhatian yang perlu diketahui dan dipahami. Pertama, kebijakan menyangkut modernisasi alutsista TNI. Kebijakan ini terus diproses untuk direalisasi secara bertahap sesuai rencana strategis yang telah disusun. “Modernisasi ini secara bertahap akan terus dipenuhi oleh pemerintah sehingga harus kita sikapi dengan bijak dan benar. Kita harus mampu secara cepat beradaptasi dengan alutsista baru dengan menjaga, merawat, dan mengoperasikan sesuai standar Operasional Prosedur (SOP). Apabila tidak waspada, alih teknologi seperti ini dapat berakibat buruk terhadap keselamatan terbang dan kerja. Kedua, Kebijakan pemerintah di bidang reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi salah satu tujuannya adalah untuk menata system manajemen sumber daya manusia di lingkungan TNI.     
Kebijakan pemerintah saat ini masih menerapkan zero growthpolicy dalam pengawakan organisasi militer sebagai langkah untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit serta untuk pembangunan alutsista TNI. Dikatakan pula bahwa terkait dengan MEF hingga tahun 2024 mendatang, TNI Angkatan Udara telah merencanakan untuk meningkatkan kekuatan alutsista berupa penggantian pesawat tempur F-5Skadron Udara 14 dan penambahan beberapa pesawat angkut serta helikopter. Ketiga, masalah transparansi dan ketaatan kepada hukum saat ini menempati prioritas utama dalam mengukur kualitas kerja suatu organisasi. Pemerintah dan penyelanggara negara saat ini tengah berupaya keras untuk membangun sistem dan budaya kerja yang bersih dan taat aturan.
Diakhir sambutannya, KASAU menyampaikan beberapa penekanan  ,pertama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kedua Menjaga netralitas TNI AU dengan tidak sekali-kali ikut dalam politik praktis. Ketiga Memegang teguh jati diri sebagai prajurit Sapta Marga dan Aparatur Sipil Negara yang berjiwa Panca Prasetya Korpri dimanapun berada dan bertugas. Keempat Menjadikan tugas sebagai kehormatan dan kebanggaan melalui kualitas kerja, disiplin, dan integritas yang tinggi. dan Kelima Mengedepankan keselamatan terbang dan kerja sebagai budaya pribadi dan satuan guna menjaga safety dalam setiap misi yang diemban.
Baca juga:  Yonko 464 Paskhas Rebut Detasemen Ponggok Blitar

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel