Berita

Lanud Padang Gelar Peringatan Isra Mi’raj Bersama Anak Yatim

Dibaca: 8 Oleh 30 Mei 2015Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Danlanud Padang Letkol Pnb Mohammad Apon, ST, MPA mengatakan, bahwa umat Muslim dapat memetik hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan Shalat Lima Waktu, yakni berupa nilai-nilai disiplin dan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah SWT. Demikian dikatakannya saat membuka acara Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1436 H/2015, yang digelar bersama anak Yatim di masjid Baitul Mustaqin Lanud Padang Sumatera Barat, Kamis (29/5). Perayaan Isra Miraj Tahun 2015 yang menghadirkan penceramah ustadz  Dede dari Kota Padang ini mengangkat tema, “Dengan Hikmah Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam Kita Mantapkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Taalla guna Mendukung Tugas Pokok TNI”.  Menurut Danlanud Padang, dengan tema tersebut mengisyaratkan pesan dan harapan yang jelas, bahwa dengan melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wa Taalla untuk mendirikan Shalat Lima Waktu, yang merupakan hasil Isra dan Miraj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, maka kita dapat menggunakannya untuk membentengi diri dan keluarga dari pengaruh negatif lingkungan yang ada saat ini jelasnya.

Baca juga:  MEMBANGUN POSTUR “MINIMUM ESSENSIAL FORCE”, ADALAH KEBIJAKAN STRATEGIS

Sementara itu Dede saat memberikan ceramahnya menjelaskan bahwa peningkatan keimanan seseorang sangat tergantung dengan yang bersangkutan, dan bagaimana ia dapat konsisten berjalan pada track yang benar yaitu jalan yang lurus dan diridhoi Allah SWT, sampai akhir hayat. “Bagaimana berjalan sesuai track yaitu jalan yang lurus dan diridhoi Allah SWT, inilah yang harus konsisten bagi semua umat Muslim, serta tidak terpengaruh oleh godaan keindahan duniawi yang pada akhirnya akan memalingkan keimanan seseorang,” paparnya. Dikatakan lebih lanjut bahwa Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj ujarnya.

Baca juga:  Lanud Ash Gelar Halal Bihalal 1440 Hijriah

Pada acara Peringatan Isra Miraj yang dihadiri para Kepala Dinas di jajaran Lanud Padang, Perwira, Bintara, Tamtama dan Pns Serta Anggota Pia Ardhya Garini Lanud Padang. Selain itu dalam acara ini juga menghadirkan anak yatim dari Panti asuhan Puti Bungsu. Usei acara yang berlangsung hikmat  Danlanud Padang menyerahkan tali asih dan sedekah yang berasal dari jamaah masjid Baitul Mustiqin yang diterima oleh pimpinan Panti asuhan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel