Berita

Lanud Rsn Gelar Latihan Survival Dasar “Lancang Kuning-17”

Dibaca: 11 Oleh 13 Mar 2017Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Lanud Roesmin Nurjadin menggelar latihan survival dasar bertajuk “Lancang Kuning-17” yang dibuka secara langsung oleh Danlanud Rsn Marsma TNI Henri Alfiandi, Jum’at (10/3).

Berbeda dari latihan sebelumnya yang dilaksanakan di wilayah Danau Buatan, Rumbai Pekanbaru, kali ini latihan yang berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (11/3) dan diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari anggota Lanud Rsn dan Saka Dirgantara ini dilaksanakan di dalam wilayah Lanud Roesmin Nurjadin.

Danlanud Rsn menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan tugas tidak tertutup kemungkinan kita akan menghadapi sebuah kondisi darurat atau emergency yang mengharuskan kita untuk dapat mengatasinya serta mempertahankan hidup.

”Untuk itulah latihan ini dilaksanakan, agar para awak pesawat terbang dapat me-refresh kembali pengetahuan basic atau dasar mengenai hal-hal apa saja yang harus diketahui agar dapat survive, juga melatih kemampuan fisik dan mentalnya ketika mengalami keadaan darurat di daerah kawan atau musuh yang terbatas sebelum pertolongan datang dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugas operasi”, lanjut Danlanud.

Baca juga:  Komandan, PIA AG Cab 16/D-1 beserta seluruh anggota Lanud Maimun Saleh Menanam dan Melestarikan Pohon Produktif.

Terkait dengan tempat latihan yang berbeda, Danlanud mengatakan didalam lingkungan Lanud Rsn sendiri yang luas, memiliki kontur, medan dan tantangan yang sama untuk melakukan latihan survival.

“Disinipun kita dapat mensimulasikan seluruh materi mengenai latihan survival dasar, sehingga tujuan dari latihan ini dapat tercapai tanpa harus melaksanakan latihan di luar wilayah Lanud Rsn”, tambah Danlanud.

Danlanud juga menjelaskan bahwa skenario dalam latihan ini dibuat se nyata mungkin, sehingga dapat menggambarkan bagaimana kondisi yang akan dihadapi ketika harus survive dari sebuah keadaan darurat.

“Saya berharap latihan survival dasar yang dilaksanakan ini benar-benar dapat dimengerti dan dihayati, sehingga pada gilirannya nanti ketika menghadapi situasi yang sebenarnya, seluruh peserta akan mampu melaksanakan survival dengan sebaik-baiknya”, pungkas Danlanud.

Sementara itu, M. Sahril Siregar, salah satu anggota Saka Dirgantara yang ikut dalam latihan ini berpendapat kegiatan seperti ini sangat bagus, menyenangkan dan banyak memberikan ilmu pengetahuan terutama dalam hal kerja sama dan bagaimana mempertahankan hidup ketika mengahadapi kondisi darurat.

Baca juga:  FOGGING DI LANUD WIRIADINATA

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel