TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Lanud Sim Bantu Evakuasi Penumpang Pesawat Bintang Air

By 26 Oct 2018 Berita
bantu_evakuasi

TNI AU. Pesawat Bintang Air yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Sultan Iskandar Muda mengalami turbulensi dan harus melakukan pendaratan darurat di landasan pacu 35 yang mengakibatkan patahan pada sayap pesawat akibat hantaman bahu landasan. Sesaat sebelum melakukan pendaratan darurat, pilot melaporkannya kepada petugas ATC Bandara Sultan Iskandar Muda kemudian secara berjenjang dan sesuai prosedur meneruskan laporan tersebut hingga diterima Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Nav Indrastanto Setiawan, S.Sos., yang kemudian memerintah jajarannya untuk bergegas membantu evakuasi penumpang pesawat Bintang Air sekaligus koordinasi dengan tim gabungan di lapangan.

pesawat_alami_kecelakaan

Kondisi pesawat Bintang Air setelah melakukan pendaratan darurat.

Dengan sigap tim gabungan yang terdiri dari personel Lanud Sultan Iskandar Muda, Basarnas, Kodim 0101/BS, PMI, Avsec Bandara SIM, Polsek Kuta Baro, Polsek Blang Bintang dan pihak lainnya berhasil mengevakuasi 158 penumpang dari badan pesawat yang telah mengeluarkan asap dan kemudian berhasil dipadamkan setelah tiga unit kendaraan pemadam kebakaran datang.

Demikian simulasi Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) Rencong Dirgantara VI 2018 di Bandara Sultan Iskandar Muda. Kamis (25/10) yang dihadiri Danlanud SIM, Kolonel Nav Indrastanto Setiawan, S.Sos., Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Asisten II Setda Aceh Taqwallah, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Bintang Hidayat, GM AP II Bandara SIM Yos Suwagiono, Kasi Intel Kejari Aceh Besar Yudi, Manager Ops AP II SIM Sukarni dan tamu berbagai instansi terkait lainnya.

tekan_tombol_dimulai_simulasi

Danlanud SIM, Kolonel Nav Indrastanto Setiawan, S.Sos., Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Asisten II Setda Aceh Taqwallah, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Bintang Hidayat, GM AP II Bandara SIM Yos Suwagiono bersama-sama menekan tombol dimulainya simulasi.

Menurut Yos Suwagiono, simulasi dilaksanakan sebagai implementasi Permenhub No. 80 Tahun 2017 tentang program keamanan penerbangan nasional dan sesuai keputusan Dirjen Perhubungan Udara No. KP 14 Tahun 2015 juga No. 479 Tahun 2015 tentang rencana penanggulangan keadaan darurat Bandar udara. “Sesuai peraturan itu, Bandara wajib melaksanakan contingency exercise skala besar paling sedikut 1 kali dalam 2 tahun dan skala kecil paling tidak sekali dalam setahun,” ujarnya seraya menjelaskan tujuan simulasi untuk meningkatkan kinerja fasilitas prosedur dan personel keamanan yan dititikberatkan pada peningkatan fungi komando, koordinasi serta komunikasi dalam kondisi tanggap darurat. “Lakukan pertolongan secara cepat dan minimalisir jatuhnya korban jiwa,” katanya.

Mewakili Plt Gubernur Aceh, Asisten II Setda Aceh Takwallah mengatakan Pemerintah Aceh sangat mendukung simulasi karena peran Bandara SIM dalam mendukung pembangunan Aceh sangat besar. Melalui simulasi ini, lanjutnya, seluruh personel Bandara Sultan Iskandar Muda lebih terlatih atas segala kemungkinan yang terjadi tentunya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Hal serupa dikatakan Kepala Otoritas Bandara Wilayah 2 Bintang Hidayat bahwa kegiatan AEE dan ACE wajib dilakukan seluruh bandara untuk melatih kesiapsiagaan petugas dalam mengatasi keadaan darurat di bandara dari berbagai jenis keadaan darurat, dan ancaman di wilayah bandara seperti ancaman teroris, kecelakaan pesawat, bencana alam, dan gangguan keamanan lainnya.

Belajar dari pengalaman bencana alam di Palu, tambahnya, kedepan akan direncanakan pelatihan khusus penanggulangan bencana di Bandara, dimana komunikasi pasca bencana sebagai salah satu komponen utama yang perlu cepat dipenuhi guna mengetahui keadaan kelayakan bandara untuk beraktivitas. Danlanud Sultan Iskandar Muda yang turut menyaksikan simulasi juga mengatakan keadaan darurat dapat terjadi tanpa mengenal waktu dan tempat, sehingga setiap pihak khususnya Lanud Sultan Iskandar Muda harus selalu siap sedia jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Kami tentunya mendukung kegiatan ini, apalagi Bandara SIM merupakan salah satu obyek vital di provinsi Aceh,” katanya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Lanud Sim Bantu Evakuasi Penumpang Pesawat Bintang Air