Berita

LANUD SIM MENANGKAP 10 ORANG PENCURI KAYU DI AREA AWR

Dibaca: 13 Oleh 10 Sep 2012Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Pasukan Pertahanan Pangkalan Lanud Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, dibawah Pimpinan Letnan Kolonel Psk Muhammad Soleh, S.Pd.,MM, (Kepala Dinas Operasi Lanud SIM) menangkap sepuluh orang tersangka pencurian kayu di fasilitas Air Weapon Rings (AWR) Saree, Aceh Besar yang merupakan aset milik negara yang dikelola oleh TNI Angkatan Udara. Kesepuluh tersangka pelaku pembalakan liar itu merupakan warga Aceh yang dimandori oleh sdr Bahtiar warga Desa Leungah Kecamatan Seulimum Aceh Besar.

Komandan Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Supri Abu, SH.,MH, mengatakan penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa di kawasan itu sering sekali terjadi pembalakan liar.

Berdasarkan hal tersebut, Komandan Lanud SIM pada hari kamis tanggal 6 September Memerintahkan kepada pasukan pertahanan pangkalan Mayor Psk Heru Widodo, Mayor Pom Alfi, Lettu Sus Mirza, Letda Pom Heriyanto, Serma Hardianto, Pratu Iwan dan Prada M.Rusda dibawah pimpinan Letkol Psk Soleh untuk melakukan patroli dan menindak lanjuti laporan masyarakat. Lebih kurang pukul 13.30 Wib, pada saat mengadakan patroli terdengar mesin Senso (mesin potong kayu), kemudian rombongan pasukan menelusuri sumber suara dan menemukan aktifitas pembalakan sedang berlangsung. Penangkapan tidak ada perlawanan dari pelaku.

Selain menangkap pelaku, Pasukan Pertahanan Pangkalan Lanud SIM juga menyita barang bukti tiga unit mesin sinso dan Lima kubik kayu berukuran 5 x 20 sepanjang empat meter yang sudah diolah serta menemukan kayu glondongan yang masih belum diolah. Selanjutnya setelah didata oleh Penyidik Satpomau Lanud SIM dikarenakan pelakunya adalah warga sipil maka Komandan Lanud SIM melimpahkan wewenang penyelidikan kepada Polres Aceh Besar yang diterima langsung oleh Kompol alwi ikhsan (Wakapolres Aceh Besar),

Namun apabila didalam perkembangan penyelidikan nanti ditemukan keterlibatan oknum anggota TNI AU Lanud SIM yang berdinas di Aceh ataupun yang berada di luar aceh atau dari oknum kesatuan TNI lainnya maka akan diadakan koordinasi dengan Satuan Polisi Militer TNI, serta akan dilakukan penyelidikan bersama demikian ditambahkan oleh wakapolres aceh besar.

Kerugian materil dari tindak pidana pencurian kayu (illegal loging) tersebut dapat merugikan semua unsure, selain sebagai lahan latihan penembakan dari udara oleh pesawat TNI AU, juga sebagi hutan lindung yang bisa menimbulkan erosi serta mengganggu ekosistim hutan.

Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Perwakilan Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Aceh dan Perwakilan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Aceh Besar serta sejumlah media elektronik dan cetak baik nasional maupun lokal

Akibat perbuatan itu, pelaku dapat ditindak dengan Pasal 50 ayat 3 Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Ancamannya, hukuman penjara selama 10 tahun atau denda paling banyak lima milyar rupiah.

Baca juga:  Aksi Sosial Lanud Pattimura Di Pulau Leti

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel