Berita

LANUD SJAMSUDIN NOOR LAKSANAKAN DO’A BERSAMA

Dibaca: 9 Oleh 14 Des 2011Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Anggota Lanud Sjamsudin Noor Melaksanakan Do’a bersama Rabu (14/12) bertempat di Mako Lanud Sjamsudin Noor.untuk menyampaikan rasa syukur dan berdoa agar didalam melaksanakan tugas-tugasnya, seluruh anggota Lanud Sjamsudin Noor diberikan petunjuk, bimbingan dan keselamatan sehingga tugas dapat terlaksana dengan sebaik baiknya.

Acara Do’a bersama yang dilaksanakan di Mako Lanud Sjamsudin noor tersebut diawali dengan sambutan Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Mokh. Mukhson. Dalam sambutanya Danlanud mengajak kepada seluruh anggota Lanud Sam untuk senantiasa bersyukur dan sehingga diharapkan agar Allah memberikan karunia yang lebih baik lagi sehingga seluruh anggota dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Acara Do’a bersama tersebut dilanjutkan dengan membaca surat Yasin bersama dan Tausyiah yang dipimpin Oleh KH. Guru Juhron dari Pimpinan Pondok Pesantern Usulludin Martapura. Dalam tausyiahnya KH. Guru Juhron mengatakan bagaimana upaya mengendalikan diri dari Nafsu dan Sahwat. Dikatakan terjemahan salah 1 ayat Al Qur’an yang artinya” Dan adapun orang-orang yang takut akan ALLAH Tuhanya dan bisa menahan hawa nafsu dari keinginaya maka sesungguhnya Syurgalah tempatnya”, dan salah satu Hadis nabi yang artinya “Barang siapa kuat/ pintar akalnya maka sesungguhnya tambah kuatlah nafsu dan syahwatnya”. Akan tetapi Nabi Mohamad Saw selalu datang untuk memberi petunjuk supaya umat manusia dapat mengenalikan nafsu dan syahwatnya.

Baca juga:  Lanud Atang Sendjaja Ujicoba Mesin Potong Jagung

Dalam bahasa kita bisa diartikan “ bahwa bila Iman yang memimpin diri kita maka akal, nafsu dan syahwat akan dapat terkendali dengan baik. Akan tetapi jika Akal, nafsu dan syahwat yang memimpin diri kita maka suatu saat kita akan diakali oleh akal kita. Jadi jika Nafsu/syahwat yang memimpin kita maka kita tidak lagi dinamakan manusia tapi dinamakan binatang, Wujudnya manusia tapi isi jiwanya adalah binatang bahkan lebih sesat dari binatang. Contohnya bila sapi ingin mencuri untuk makan hanyalah sampai sekenyang perutnya saja, tetapi kalau manusia ingin mencuri sesuatu maka akan bisa sampai membunuh pemiliknya. Diakhir tausyiahya KH. Guru Juhron menyimpulkan bagaimana kita dapat menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi dengan cara terbaik.

Acara diakhiri dengan tanya jawab oleh seluruh anggota Lanud Sjamsudin Noor.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel