Berita

LANUD SULAIMAN LAKSANAKAN APEL KHUSUS TAHUN BARU 2018

Dibaca: 34 Oleh 02 Jan 2018Tidak ada komentar
LANUD SULAIMAN LAKSANAKAN APEL KHUSUS TAHUN BARU 2018
#TNIAU 

TNI AU. Pada tahun 2017, hasil kerja keras dan tentunya dengan ridho Allah Yang Maha Kuas kita dapat mewujudkan “Zero Accident”, walaupun terdapat tiga insiden, namun dengan profesionalisme yang baik disertai tekad dan keberanian personel yang mengawaki serta lindungan Allah Subhana Wata’ala dapt terhindar dari kerugian yang lebih besar.  

Demikian salah satu bunyi amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang dibacakan oleh Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Tyas Nur Adi saat bertindak selaku irup pada pelaksanaan apel khusus tahun baru 2018 yang diikuti seluruh personel Lanud Sulaiman baik militer maupun ASN yang digelar di lapangan apel staf dua Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung. Selasa (2/1).

Selanjutnya KSAU menyatakan untuk menyikapi tahun 2018, personel TNI AU harus jeli dalam membaca setiap situasi yang ada, agar mampu berfikir cepat dalam memutuskan dan mampu bertindak secara bijaksana. Untuk menyikapi hal tersebut ada beberapa perhatian yang perlu diketahui dan dipahami. Pertama, kebijakan menyangkut modernisasi alutsista TNI. Kebijakan ini terus diproses untuk direalisasi secara bertahap sesuai rencana strategis yang telah disusun. “ Modernisasi ini secara bertahap akan terus dipenuhi oleh pemerintah sehingga harus kita sikapi dengan bijak dan benar. Kita harus mampu secara cepat beradaptasi dengan alutsista baru dengan menjaga, merawat, dan mengoperasikan sesuai standar Operasional Prosedur (SOP). Apabila tidak waspada, alih teknologi seperti ini dapat berakibat buruk terhadap keselamatan terbang dan kerja“ kata Danlanud saat membacakan amanat KSAU.

Baca juga:  Puasa Tak Halangi Semangat Prajurit Koopsau III, Latihan Menembak

Kedua, Kebijakan pemerintah di bidang reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi salah satu tujuannya adalah untuk menata system manajemen sumber daya mansia di lingkungan TNI. Kebijakan pemerintah saat ini masih menerapkan zero growthpolicy dalam pengawakan organisasi militer sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas anggaran TNI dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit serta untuk pembangunan alutsista TNI.

Dikatakan pula bahwa terkait dengan MEF hingga tahun 2024 mendatang, TNI Angkatan Udara telah merencanakan untuk meningkatkan kekuatan alutsista berupa penggantian pesawat tempur F-5Skadron Udara 14 dan penambahan beberapa pesawat angkut serta helikopter. Ketiga, masalah transparansi dan ketaatan kepada hukum saat ini menempati prioritas utama dalam mengukur kualitas kerja suatu organisasi. Pemerintah dan penyelanggara negara saat ini tengah berupaya keras untuk membangun sistem dan budaya kerja yang bersih dan taat aturan.

Mengakhiri sambutannya, KSAU menyampaikan lima penekanan kepada para personel TNI,  pertama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kedua Menjaga netralitas TNI AU dengan tidak sekali-kali ikut dalam politik praktis. Ketiga Memegang teguh jati diri sebagai prajurit Sapta Marga dan Aparatur Sipil Negara yang berjiwa Panca Prasetya Korpri dimanapun berada dan bertugas. Keempat Menjadikan tugas sebagai kehormatan dan kebanggaan melalui kualitas kerja, disiplin, dan integritas yang tinggi. dan Kelima Mengedepankan keselamatan terbang dan kerja sebagai budaya pribadi dan satuan guna menjaga safety dalam setiap misi yang diemban.

Baca juga:  Pesawat T-50i Golden Eagle dari Lanud Iswahjudi escort api Asian Games

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel