Berita

Lanud Sulaiman Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-91

LANUD SULAIMAN PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-91
#TNIAU 

TNI AU. Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja iklas, dan tuntas. Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional. 

Demikian salah satu bunyi amanat tertulis Menteri Pemuda dan Olah Raga yang dibacakan Kepala Dinas Operasi Letkol Lek Hendrawansyah, S.T., mewakili Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb B. Benny K, S.H., MAvMgt., yang bertindak selaku Irup pada upacara peringatan ke-91 Hari Sumpah Pemuda  yang diikuti para komandan dari satuan samping, diantaranya Depohar 40 dan 70, para pejabat Makorpaskas, para kepala dinas, dan komandan skadik Lanud Sulaiman, para perwira, bintara, tamtama, pegawai negeri sipil, dan dilaksanakan di lapangan apel staf 2 Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung. Senin (28/10/2019).

Dalam sambutan yang dibacakan Kadisops, Menpora menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi  ibarat  dua mata pisau. Satu  sisi ia  memberikan  jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda  kita  untuk  meningkatkan kapasitas pengetahuan  dalam  pengembangan  sumber daya serta daya saing.  “Namun, pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi  yang bersifat destruktif mulai dari ponografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak  dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara,” kata Irup. 

Dikatakan pula bahwa tema  “Bersatu Kita Maju” sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju. Pemuda untuk Indonesia  maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia. 

Pada saat ini di belahan dunia telah lahir generasi mudah yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung invidualistik dan gramatik. Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi  tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam. “Disinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang positif. Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukkan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia,” jelas Irup. 

Irup lebih lanjut membacakan amanat Menpora yang menyampaikan bahwa gerakan revolusi mental menemukan relevansinya, dengan pembangunan karakter  kita bisa kuat, tangguh dan kokoh  ikut serta dalam percaturan pemuda di dunia, kita tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi, tapi kita harus mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat yang tentunya didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Menpora menyampaikan pula bahwa kemajuan tidak akan pernah tercapai dalam arti yang sesungguhnya kalau masa depan itu hanya dipandang sekedar sebagai proses lanjut dari masa kini yang akan  tiba dengan sendirinya. Tapi bagaimana generasi muda merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme  masa lalu, serta kenyataan-kenyataan masa kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan. 

Menpora pun menegaskan kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. “Semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia,” tegas irup. 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel