Berita

Lanud Sultan Hasanuddin Laksanakan Upacara Bendera 17-an

Dibaca: 0 Oleh 19 Jul 2010Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Lanud Sultan Hasanuddin, dan Batalyon 466 Paskhas, Senin (19/7) melaksanakan Upacara Bendera 17-an dengan Inspektur Upacara Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna di Lapangan Sepakbola Lanud Sultan Hasanuddin yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas.

 

Upacara yang dilaksanakan secara khitmat tersebut dirangkaikan dengan acara penyumpahan Pegawai Negeri Sipil Lanud Sultan Hasanuddin sebanyak 7 orang, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, Pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri yang dilanjutkan dengan penyumpahan PNS didampingi Rohkhaniawan dan disaksikan oleh saksi serta sambutan Irup.

 

Panglima TNI dalam sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna mengatakan bahwa, kita semua menyadari, kehidupan nasional tengah menghadapi berbagai tantangan dan ujian, sebagai dampak dari perkembangan lingkungan strategis, baik global maupun regional dengan segala isu yang dibawanya.

 

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan, isu yang sedang menghangat saat ini adalah pemilu kada, dalam tahun 2010 ini sejumlah 246 daerah baik ditingkat provinsi, kabupaten maupun kota di seluruh tanah air,telah dan akan melaksanakan pemilu kada secara sambung menyambung.

Baca juga:  Surveior Survei Verifikasi Akreditasi Tinjau RSAU Lanud Supadio

 

Dikatakan, bahwa setiap pasca pemilu kada nyaris selalu menimbulkan dan menyisakan persoalan sosial politik, dengan demikian kita patut mewaspadai dan mengantisipasi agar persoalan tersebut tidak merusak harmonisasi sosial, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak menimbulkan gangguan terhadapp stabilitas nasional.

 

Dibagian lain sambutannya Panglima TNI menyampaikan bahwa isu lain yang sedang berkembang saat ini adalah isu hak pilih TNI, masalah hak pilih ini sudah menjadi komitmen kita, sesuai amanat UU No.34 tahun 2004 Pasal 39 yang menegaskan bahwa TNI tidak boleh berpolitik praktis dan harus berada pada posisi netral.

 

“Tentang hak pilih TNI, kita serahkan pada pemerintah dan legislatif, untuk itu, saya ingatkan kepada seluruh prajurit agar tidak terbawa arus polemik mengenai masalah hak pilih TNI”. Tegas Panglima TNI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel