TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Lanud Supadio Antisipasi Penyakit Difteri dan Filariasis

By 12 Jan 2018Berita
2018-01-12-spo-ceramah-kesehatan

TNI AU. Segenap prajurit dijajaran Pangkalan TNI AU Supadio mengikuti ceramah  kesehatan  tentang penyakit Difteri dan Filariasis di Graha Teddy Kustari, Kamis (11/1).  Ceramah ini  menampilkan dua narasumber yaitu Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Kab. Kubu Raya DR. Daniel Irwan, SKM.,M.M dan Kepala Puskesmas Sui. Durian Kab. Kubu Raya dr. Yudi Paulina Heriwibowo. Turut hadir dalam acara ini Danwing Udara 7 Kolonel Pnb Setiawan, para Kepala Dinas (Kadis), Komandan Satuan (Dansat) dan ibu-ibu PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I Lanud Supadio.

Dalam sambutannya Danwing Udara 7 yang mewakili Danlanud Supadio mengatakan  penyakit difteri dan penyakit filariasis merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi kita semua.  Filariasis atau yang lebih dikenal dengan penyakit kaki gajah dan penyakit difteri merupakan penyakit menular yang banyak ditemukan di Indonesia.

“Bahkan di beberapa daerah di Indonesia sudah sangat meresahkan dan bahkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).  Pemerintah sangat serius dalam mencegah dan memberantas kedua penyakit ini,” ujar Danwing Udara 7.

Danwing menyambut baik dengan diselenggarakan ceramah kesehatan ini.  Kegiatan ini dapat menambah ilmu pengetahun bagi anggota Lanud Supadio dan mencegah terjangkitnya kedua penyakit ini.

Kasi P2M Diskes Kab. KKR dalam ceramahnya mengatakan Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular yang mengenai saluran kelenjar limfe (getah bening) disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.

“Penyakit ini menyerang semua golongan umur dan bersifat menahun. Di Indonesia filarialis telah tersebar luas hampir di semua propinsi.  Oleh sebab itu Pemerintah sangat serius dalam penanganan dan penyebaran penyakit menular ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Puskesmas Sui. Durian menerangkan Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

“Difteri dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi difteri termasuk kedalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia.  Imunisasi difteri dikombinasikan dengan pertusisi (batuk rejan) dan tetanus disebut imunisasi DTP yang diberikan kepada anak usia sebelum 1 tahun,” tuturnya.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Lanud Supadio Antisipasi Penyakit Difteri dan Filariasis